Nunukan, SIMP4TIK – Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas, kerukunan, serta ketertiban kehidupan bermasyarakat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan organisasi lintas vertikal serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (10/06/2026), bertempat di Kantor Sekretariat FKUB Kabupaten Nunukan, mulai pukul 13.30 WITA. Rapat koordinasi dipimpin oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Nunukan, Arga, selaku pimpinan rapat. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM), yang terdiri dari perwakilan Polres Nunukan, Kodim Nunukan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, anggota FKUB Kabupaten Nunukan, serta instansi terkait lainnya.

Pelaksanaan rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan menggali informasi terhadap berbagai aliran kepercayaan dan aliran keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat. Tim PAKEM memiliki tugas penting dalam menerima dan menganalisis berbagai laporan maupun informasi yang berkaitan dengan aliran kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Selain itu, tim juga bertanggung jawab untuk meneliti dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran guna mengetahui dampaknya terhadap ketertiban, keamanan, dan ketenteraman masyarakat.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah strategis yang dapat dilakukan oleh tim dalam melaksanakan fungsi pengawasan. Langkah-langkah tersebut meliputi tindakan preventif untuk mencegah munculnya potensi gangguan sosial, tindakan represif apabila ditemukan pelanggaran yang dapat mengganggu ketertiban umum, serta upaya kuratif dan rehabilitatif guna memberikan pembinaan dan penyelesaian yang tepat terhadap berbagai persoalan yang muncul. Hasil pengawasan dan pembahasan nantinya akan dituangkan dalam bentuk laporan serta rekomendasi sesuai dengan jenjang kewenangan dan tanggung jawab masing-masing instansi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, S.IP., dalam penyampaiannya menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Nunukan pada prinsipnya memberikan dukungan penuh terhadap program kerja dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat. Menurutnya, keberadaan tim ini memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga harmonisasi kehidupan beragama dan mencegah terjadinya konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

“Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik senantiasa mendukung program kerja dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat. Dukungan ini diberikan agar tim dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal sesuai dengan harapan bersama dalam menjaga kondusivitas daerah,” ujar Hasan Basri.

Lebih lanjut, Hasan menegaskan bahwa sinergi antarinstansi merupakan kunci utama dalam mewujudkan pengawasan yang efektif. Dengan adanya koordinasi yang baik antara unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, Kementerian Agama, serta tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam FKUB, diharapkan berbagai informasi dan potensi permasalahan yang berkembang di masyarakat dapat dideteksi sejak dini sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

Melalui pelaksanaan rapat koordinasi ini, seluruh peserta berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dan komunikasi lintas sektor dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan umat beragama di Kabupaten Nunukan. Diharapkan keberadaan Tim PAKEM dapat semakin memperkuat upaya pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera.

Teks/Foto : Bambang Sulistyono, S.IP (Tim Publikasi BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom