Sebatik Tengah, SIMP4TIK – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Aji Kuning menggelar forum dengar pendapat di Aula Kantor Desa Aji Kuning, Selasa (2/6/2026). Pertemuan tersebut membahas dua agenda utama, yakni penanganan kerusakan dan penyumbatan drainase penahan banjir serta pembentukan Panitia Pemilihan Anggota BPD Aji Kuning.

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa pembentukan Panitia Pemilihan Anggota BPD Aji Kuning akan dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026. Pembentukan panitia ini menjadi tahapan awal dalam rangkaian proses pemilihan anggota BPD yang akan datang.

Selain membahas agenda pemilihan, BPD bersama Kepala Desa Aji Kuning juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik drainase yang mengalami penyumbatan, penyempitan, maupun kerusakan. Peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi penanganan yang tepat.

Hasil peninjauan tersebut nantinya akan dijadikan dasar dalam pengusulan bantuan anggaran kepada dinas teknis terkait di tingkat kabupaten maupun provinsi. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung perbaikan dan normalisasi saluran drainase sehingga mampu berfungsi secara optimal dalam mengendalikan aliran air.

Dalam forum yang sama, Kepala Desa Aji Kuning, Syarifuddin, memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang mengalami pemangkasan. Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan membuat ruang fiskal desa menjadi semakin terbatas.

"Saat ini APBDes lebih banyak diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat. Anggaran yang tersedia sering kali hanya cukup untuk membayar Siltap atau gaji perangkat desa, sehingga sejumlah program pembangunan fisik seperti perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya terpaksa ditunda," ujar Syarifuddin.

Keterbatasan anggaran tersebut turut berdampak pada upaya penanganan infrastruktur drainase yang menjadi salah satu kebutuhan mendesak masyarakat. Meski demikian, BPD menilai penanganan banjir tetap harus menjadi perhatian bersama agar dampaknya tidak semakin meluas.

Ketua BPD Aji Kuning, Budirman, menegaskan bahwa langkah gotong royong perlu segera dipersiapkan sebagai bentuk penanganan awal sembari menunggu bantuan dari pemerintah daerah.

"Sementara menunggu realisasi bantuan, BPD menyarankan Pemdes bersama Kepala Dusun, Ketua RT, dan masyarakat juga menyiapkan langkah gotong royong sebagai upaya penanganan awal guna mengantisipasi potensi banjir di wilayah tersebut," kata Budirman.

Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko banjir, terutama di tengah keterbatasan anggaran desa yang sedang terjadi saat ini.

Sementara itu, Wakil Ketua BPD Aji Kuning, Asdar, mengatakan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya mitigasi banjir di wilayah desa.

"Pemangkasan anggaran memang menjadi kendala besar, namun penanganan banjir melalui normalisasi drainase tetap bisa disiasati dengan memaksimalkan program gotong royong kebersihan, mengalihkan dana pada skala prioritas darurat, serta mengajukan proposal bantuan teknis ke dinas terkait di tingkat kabupaten," ujar Asdar.

Ia berharap adanya sinergi antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mencari solusi terhadap persoalan drainase, sehingga potensi banjir dapat diminimalkan sambil menunggu dukungan dari pemerintah daerah.

Melalui koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah desa, BPD, serta masyarakat, diharapkan persoalan drainase di Desa Aji Kuning dapat segera teratasi sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap ancaman banjir di wilayah tersebut.(*)

Teks/Foto : Muhammad Nursyahwal, A.Md.T (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK TENGAH )

Editor : BD Novelinna