Nunukan, SIMP4TIK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan memberikan edukasi kebencanaan kepada siswa-siswi SDN 004 Nunukan dalam rangka kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, Jumat (12/06/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari BPBD Kabupaten Nunukan, yaitu Rahmad Kurniawan dan Rais. Dalam penyampaiannya, para pemateri memberikan pemahaman dasar mengenai berbagai jenis bencana, khususnya bencana gempa bumi, serta memberikan simulasi mandiri yang bertujuan melatih kesiapsiagaan siswa saat menghadapi situasi darurat.
Materi pertama yang disampaikan adalah pengenalan bencana secara umum, dilanjutkan dengan materi tentang gempa bumi dan langkah-langkah penyelamatan diri. Pada sesi terakhir, para siswa mengikuti simulasi mandiri untuk mempraktikkan tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Rahmad Kurniawan mengatakan bahwa edukasi kebencanaan sejak usia dini sangat penting untuk membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai potensi bencana dan cara menyelamatkan diri. Harapannya, para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah keselamatan ketika menghadapi situasi darurat," ujar Rahkmad Kurniawan.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Para siswa terlihat aktif mengikuti materi dan simulasi yang diberikan oleh tim BPBD Kabupaten Nunukan.
Kepala SDN 004 Nunukan, Nurlailah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran BPBD yang telah memberikan edukasi penting bagi para peserta didik.
"Kami sangat berterima kasih kepada BPBD Kabupaten Nunukan yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pengetahuan tentang kebencanaan kepada siswa-siswi kami. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan menambah wawasan anak-anak mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini," ungkap Nurlailah.
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar dapat terus meningkat sehingga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tangguh terhadap bencana. (*)
Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )
Editor : BD Novelinna