Sebatik Timur, SIMP4TIK – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tanjung Aru terus menunjukkan progres positif. Hingga awal Juni 2026, pembangunan fisik gerai telah mencapai sekitar 30 persen dan diharapkan dapat segera rampung agar koperasi bisa mulai beroperasi serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Ketua Pengawas KDMP Tanjung Aru, Budiman, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Tanjung Aru, menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan pembangunan gerai tersebut saat ditemui pada Rabu (3/6/2026).
"Alhamdulillah sampai hari ini pembangunan gerai terus berprogres dan saat ini sudah kurang lebih 30 persen. Harapan kami tentu pembangunan ini bisa selesai 100 persen sehingga gerai dapat segera dioperasionalkan," ujarnya.
Selain fokus pada pembangunan fisik dan pengembangan usaha, KDMP Tanjung Aru juga menaruh perhatian pada proses rekrutmen pengurus dan pengelola koperasi. Budiman menegaskan bahwa pihaknya lebih memprioritaskan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap namun memiliki kompetensi dan pemahaman mengenai perkoperasian.
Menurutnya, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kesempatan untuk menjadi pengurus dan pengelola koperasi diharapkan dapat diberikan kepada warga yang membutuhkan pekerjaan dan memiliki komitmen untuk mengembangkan koperasi.
"Kami ingin memberikan peluang kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetapi mempunyai kemampuan dan kemauan untuk mengelola koperasi. Program ini hadir untuk membuka lapangan kerja dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat desa," tegasnya.
Dengan dukungan pembangunan yang terus berjalan dan potensi wisata yang dimiliki Desa Tanjung Aru, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat sektor wisata dan UMKM di wilayah pesisir Sebatik.
Menurut Budiman, setelah pembangunan fisik selesai, tantangan berikutnya adalah memastikan ketersediaan modal usaha agar operasional koperasi dapat berjalan sesuai rencana yang telah disusun sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa memiliki keterbatasan dalam memberikan dukungan permodalan sehingga masih membutuhkan dorongan dan bantuan dari pemerintah untuk memperkuat modal awal koperasi.
"Kami sudah menyiapkan program usaha yang akan dijalankan. Namun untuk operasional tentu diperlukan dukungan permodalan. Pemerintah desa memiliki keterbatasan sehingga kami berharap ada dukungan dari pemerintah agar koperasi ini bisa segera bergerak," katanya.
Lebih lanjut, Budiman menilai lokasi gerai yang saat ini dibangun memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Berada di kawasan yang dekat dengan potensi wisata pantai, gerai koperasi diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mendukung pengembangan Desa Tanjung Aru sebagai desa wisata.
Ia melihat peluang besar pada sektor kuliner dan jasa wisata yang dapat dikembangkan melalui koperasi. Kehadiran gerai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus penunjang sektor pariwisata desa.
"Lokasi gerai sangat strategis. Peluang usaha di bidang wisata dan kuliner sangat menjanjikan. Ini bisa menjadi pendukung pengembangan pariwisata Desa Tanjung Aru yang memang sedang kami dorong sebagai desa wisata," jelasnya.
Teks/Foto : Siti Hasnah,SE (Tim Publikasi DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN )
Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom