Nunukan, SIMP4TIK – Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan kembali menggelar kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di Posyandu Tengkukur, Kelurahan Tanjung Harapan, Selasa (19/05/2026). Kegiatan kali ini berlangsung lebih meriah karena antusias masyarakat jauh lebih ramai dibanding kegiatan GEMARIKAN sebelumnya.

Sebelum kegiatan dimulai, Mardiana selaku petugas Puskesmas Sedadap menyampaikan pesan kepada para lansia agar tetap rutin menjaga kesehatan. Ia mengingatkan lansia yang kehabisan obat tekanan darah atau terkendala hadir ke posyandu dapat mengambil obat di puskesmas dengan membawa buku berobat lansia agar riwayat kesehatan mudah diketahui petugas medis.

Selain itu, Mardiana juga mengajak lansia rutin berolahraga ringan seperti jalan santai dan mempraktikkan gerakan senam lansia sederhana yang bisa dilakukan di rumah saat tubuh terasa lelah atau lutut sakit.

Kegiatan dipandu oleh Diah Saptarini selaku Analis Pasar Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan. Selanjutnya, Zamsir dari Pokja 3 Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan menyampaikan pentingnya ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan pekarangan rumah, serta rumah layak huni dan sehat.

Materi utama disampaikan oleh Djanati Pannus selaku Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan dengan tema “Cegah Stunting dengan Gemar Makan Ikan Menuju Generasi Emas 2045.”

Dalam pemaparannya, Djanati menjelaskan bahwa ikan memiliki kandungan protein tinggi dan omega-3 yang baik untuk pertumbuhan anak, kesehatan jantung, serta perkembangan otak. Ia menegaskan bahwa ikan cocok dikonsumsi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia karena mudah dicerna tubuh.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi ikan selama cara pengolahannya diperhatikan. Ia mengingatkan agar tidak menggoreng ikan menggunakan minyak yang dipakai berulang kali karena dapat merusak kandungan gizi dan berdampak buruk bagi kesehatan.

Djanati menjelaskan bahwa merebus ikan menjadi salah satu cara terbaik mempertahankan nutrisi alami ikan seperti omega-3. Selain itu, membakar ikan juga lebih sehat dibanding menggoreng karena tidak membutuhkan banyak minyak. Namun, ikan tidak boleh dibakar terlalu gosong atau terkena api langsung karena dapat memicu zat karsinogen penyebab kanker.

Ia juga mengajak para orang tua lebih kreatif mengolah ikan agar disukai anak-anak, seperti dijadikan nugget ikan, pentol ikan, dan lekor ikan. Menurutnya, mengolah sendiri makanan berbahan ikan lebih baik karena keebersihan dan kandungan gizinya dapat diperhatikan.

Selain pengolahan, keamanan pangan juga menjadi perhatian penting. Masyarakat diimbau tidak membeli ikan hanya karena murah namun kualitasnya sudah rusak dan tidak layak konsumsi.

“Insyaallah menuju Generasi Emas 2045 dapat tercaapai jika kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata kampanye GEMARIKAN, kegiatan ditutup dengan pembagian olahan ikan berupa pentol ikan dan lekor ikan kepada masyarakat serta sesi foto bersama.

Olahan ikan tersebut berasal dari POKLAHSAR Jaya Bersama binaan Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan bersama UKM Bahtera Delima.

Dalam wawancara bersama tim publikasi, Djanati menjelaskan bahwa kegiatan GEMARIKAN merupakan bagian dari upaya meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendukung program Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melalui kampanye GERMAS dan GEMARIKAN.

Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti kampanye makan ikan di sekolah, lomba masak ikan, hingga pameran olahan hasil laut.

Salah satu peserta, Satmawati, mengaku senang karena kegiatan tersebut menambah pengetahuan tentang pengolahan ikan sehat bagi keluarga.

“Harapannya kegiatan seperti ini terus ada supaya kita semakin sehat dan cerdas,” ujarnya.

Program kampanye GEMARIKAN akan terus dilaksanakan di berbagai posyandu di Kabupaten Nunukan sebagai upaya mendukung pencegahan stunting menuju Generasi Emas 2045.

 

“Makan Ikan!”

“Sehat, Kuat, dan Cerdas!”

Teks/Foto : Syamsul Alan (Tim Publikasi DINAS PERIKANAN )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom