Nunukan, SIMP4TIK – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan melalui Bidang Pemasaran dan Kemitraan Ekonomi Kreatif memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Workshop dan Pelatihan Kerajinan Anyaman Lokal Rotan dan Daun Pandan serta Menjahit Anyaman Manik dan Kulit yang diinisiasi oleh TP PKK Kabupaten Nunukan.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari  Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogjakarta tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Helmy Pudaaslikar di Kantor pelatihan BKPSDM Kabupaten Nunukan, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya kaum perempuan, ini merupakan bentuk kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Nunukan dengan Bidang Pemasaran dan kemitraan Ekonomi Kreatif (Ekraf). Disbudporapar dalam mendorong pengembangan potensi kerajinan lokal yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan Ekonomi Kreatif Disbudporapar Kabupaten Nunukan, Ita Israwati, SP, M.M menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan kerajinan berbasis kearifan lokal menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di daerah.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan program pengembangan ekonomi kreatif yang menjadi salah satu fokus Bidang Ekraf. Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga dapat mengembangkan produk-produk lokal yang memiliki daya saing dan nilai jual," ujarnya.

Ita menambahkan, pemanfaatan bahan baku lokal seperti rotan, daun pandan, manik-manik, dan kulit merupakan bentuk pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Produk kerajinan yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu menjadi identitas daerah dan membuka peluang usaha baru bagi para peserta.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan tersebut juga selaras dengan Program 17 Arah Perubahan Pemerintah Kabupaten Nunukan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

"Kegiatan ini sangat relevan dengan semangat 17 Arah Perubahan Pemerintah Kabupaten Nunukan, terutama dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, menciptakan peluang usaha, dan mengembangkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan," tambahnya.

Melalui sinergi antara TP PKK dan Disbudporapar, diharapkan keterampilan para peserta dapat terus berkembang sehingga mampu menghasilkan produk kerajinan berkualitas yang tidak hanya diminati di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi dan kearifan lokal Kabupaten Nunukan.(*) 

Teks/Foto : Masdiana (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom