Nunukan, SIMP4TIK — Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi daerah kembali menjadi sorotan dalam Podcast KPPN Nunukan yang digelar di UKM Center Nunukan, Kamis (4/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui DKUKMPP menghadirkan Kepala Bidang UKM, Mardiana, sebagai narasumber untuk membahas program pemberdayaan UMKM, khususnya di sektor akses pembiayaan.

Podcast yang diinisiasi oleh KPPN Nunukan tersebut mengangkat berbagai tantangan dan peluang pengembangan UMKM di Kabupaten Nunukan yang memiliki karakteristik sebagai daerah kepulauan sekaligus wilayah perbatasan.

Dalam pemaparannya, Mardiana menjelaskan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, kondisi geografis Nunukan yang jauh dari pusat distribusi dan ibu kota menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha.

“Sebagai daerah kepulauan dan wilayah perbatasan, biaya produksi yang ditanggung pelaku UMKM sering kali lebih tinggi, terutama untuk pengadaan bahan baku. Karena itu, UMKM dituntut untuk terus berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Menurutnya, selain memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, pelaku UMKM juga perlu proaktif membangun jejaring dengan berbagai lembaga pembina agar memperoleh akses pembiayaan, pelatihan, hingga peluang pemasaran yang lebih luas.

“Kalau bisa teman-teman UMKM menjadi binaan dari berbagai lembaga yang ada di Kabupaten Nunukan. Dengan begitu, peluang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk ke luar Pulau Nunukan akan semakin terbuka,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mardiana juga mengungkapkan bahwa DKUKMPP sebenarnya telah merencanakan program pelatihan packaging dan branding produk pada tahun 2026. Namun, adanya efisiensi anggaran yang mencapai 50 persen membuat pelaksanaan program tersebut perlu disiasati melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami sedang berkomunikasi dengan Bank Indonesia agar pelatihan packaging dan branding tetap bisa terlaksana melalui kerja sama. Sebelumnya BI juga telah membantu pelatihan bagi pelaku UMKM di Nunukan,” jelasnya.

Selain itu, DKUKMPP tetap menjalankan program bantuan kemasan produk bagi UMKM yang lolos proses kurasi. Program tersebut diprioritaskan untuk produk-produk berbasis komoditas unggulan daerah seperti rumput laut, sawit, dan hasil perikanan.

Menurut Mardiana, bantuan kemasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi produk lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi di pasar.

“Untuk bantuan packaging, fokusnya lebih diarahkan pada produk hilirisasi rumput laut dan hasil perikanan. Namun untuk program pengembangan UMKM lainnya seperti pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas usaha, semua sektor tetap mendapatkan perhatian,” terangnya.

Di tengah keterbatasan anggaran, DKUKMPP terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki fasilitas rumah kemasan lengkap dengan mesin pengemasan modern.

Melalui berbagai kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap pelaku UMKM semakin mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat manajemen usaha, serta memperluas akses pasar sehingga dapat tumbuh menjadi usaha yang tangguh dan berdaya saing, baik di tingkat regional maupun nasional.

Teks/Foto : Siti Hasnah,SE (Tim Publikasi DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom