Nunukan, SIMP4TIK - Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nunukan Hasan Basri, S.I.P mewakili Bupati Nunukan menghadiri Musyawarah Cabang Luar Biasa Dewan Pimpinan Cabang Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPDKT) Kabupaten Nunukan yang digelar di New Lenfin Hotel, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan dan menjadi momentum mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Nunukan.

Dalam sambutannya, Hasan Basri menyampaikan bahwa musyawarah cabang luar biasa ini bukan sekadar kegiatan organisasi biasa, tetapi menjadi wadah untuk menyatukan seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Dayak di Kalimantan.

Ia mengatakan Kalimantan bukan hanya dikenal karena hutan, sungai, ataupun sumber daya alamnya, tetapi juga sebagai rumah peradaban yang dijaga bersama oleh masyarakat adat, termasuk LPDKT.

“LPDKT telah membuktikan kiprahnya di tengah masyarakat. Ada masalah sosial hadir, ada perselisihan hadir, ada warga meninggal hadir. Artinya LPDKT selalu ada di tengah masyarakat. Ini membuktikan bahwa LPDKT adalah penjaga rumah peradaban di Kalimantan,” ujarnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan, lanjut Hasan Basri, sangat menghargai kontribusi nyata LPDKT dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga persatuan masyarakat di wilayah perbatasan.

Menurutnya, daerah yang kuat bukan hanya dibangun dengan gedung tinggi, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki identitas budaya, persatuan, dan semangat menjaga warisan leluhur.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga perbatasan bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam menjaga budaya, persatuan, dan nilai kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Hasan Basri berpesan agar pemuda Dayak menjadi generasi yang kuat dalam tiga hal, yaitu identitas budaya, pendidikan, dan persatuan.

Ia mengajak generasi muda Dayak untuk bangga dengan budaya sendiri dan tidak minder dengan adat yang dimiliki, karena budaya Dayak merupakan budaya besar yang mengajarkan penghormatan kepada alam, sesama manusia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain itu, pemuda Dayak juga diharapkan terus maju dalam pendidikan, teknologi, kewirausahaan, dan kepemimpinan. “Saya ingin melihat anak-anak muda Dayak menjadi dokter, akademisi, pengusaha, anggota DPR, jenderal, menteri, bahkan pemimpin nasional,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah karena kepentingan sesaat.

“Bangsa besar runtuh bukan karena serangan dari luar, tetapi karena perpecahan dari dalam,” tambahnya.

Hasan Basri turut menyampaikan pesan Bupati Nunukan agar LPDKT terus menjaga persatuan di Kabupaten Nunukan dan tidak membiarkan masyarakat terpecah karena perbedaan suku, agama, maupun daerah.

Ia berharap melalui musyawarah cabang tersebut lahir berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat mendukung pembangunan daerah, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Hasan Basri menegaskan bahwa keberagaman di Kabupaten Nunukan merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga bersama.

“Di Kabupaten Nunukan hidup berbagai suku dan budaya yang hidup rukun dalam bingkai persatuan. Kita boleh berbeda suku, berbeda budaya, dan berbeda bahasa, tetapi kita tetap satu Indonesia,” tutupnya.(*)

Teks/Foto : Maria Sonda (Tim Publikasi SEKRETARIAT DAERAH )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom