Nunukan, SIMP4TIK — Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansyah, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya sebatas pemberian makanan gratis, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun generasi bangsa yang sehat dan berkualitas.

Hal itu disampaikan Juni saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nunukan Timur sekaligus pendistribusian perdana program MBG, Senin (25/5/2026).

“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan sekaligus melakukan pendistribusian perdana program MBG atau Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal SPPG Nunukan Timur menargetkan sebanyak 857 penerima manfaat yang tersebar di tiga titik layanan, yakni SD Utama 1 Nunukan, SD Mahmudiyah, dan Posyandu Apple.

“Tadi saya sempat menanyakan langsung, sasaran MBG di Nunukan Timur ini sebanyak 857 orang yang tersebar di tiga titik,” katanya.

Usai peresmian, Juni bersama jajaran terkait juga melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas di gedung SPPG. Dari hasil pengecekan, ia menilai kondisi bangunan dan fasilitas pendukung sudah cukup baik dan siap mendukung pelayanan program MBG.

Menurutnya, mulai dari ruang penyimpanan bahan baku kering dan basah, proses pengolahan makanan, hingga sistem pengelolaan limbah telah dipersiapkan dengan baik.

“Alhamdulillah kondisinya bagus. Ruang penyimpanan bahan baku kering maupun basah sudah tersedia, proses pengolahan juga tadi kita lihat berjalan baik, termasuk sampai ke pengolahan limbahnya,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, sistem pengolahan limbah juga telah disiapkan secara bertahap agar limbah yang dihasilkan dapat dibuang dalam kondisi aman dan tidak mencemari lingkungan.

“Kita lihat tadi sudah ada beberapa tahapan pengolahan limbah, sehingga nantinya limbah dapat dilepas dalam kondisi aman,” ujarnya.

Juni berharap keberadaan SPPG Nunukan Timur benar-benar mampu menyediakan makanan bergizi dan berkualitas bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Kita semua berharap SPPG ini mampu memberikan makanan yang berkualitas kepada tunas bangsa, khususnya kepada 857 sasaran penerima manfaat tadi,” katanya.

Selain mendukung pemenuhan gizi masyarakat, program MBG juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui pemanfaatan bahan baku dari para petani dan pelaku usaha di Kabupaten Nunukan.

“Kita juga berharap dari sisi ekonomi ikut bergerak, terutama melalui pembelian bahan baku lokal dari para petani dan pelaku usaha di Nunukan,” tambahnya.

Terkait pengawasan program, Juni menegaskan pemerintah daerah akan melibatkan dinas-dinas sektoral guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan pelaksanaan program berjalan optimal.

“Keberhasilan SPPG ini membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, pengelola SPPG maupun masyarakat. Yang terpenting sekarang bagaimana kualitasnya terus dipertahankan dan ditingkatkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya. (*)

Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )

Editor : BD Novelinna