Sebatik Tengah, SIMP4TIK – Pemerintah Desa Sungai Limau menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk membahas penanggulangan bencana longsor yang terjadi di RT 014 pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat  guna mencari solusi serta langkah penanganan pascabencana.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan dan usulan disampaikan untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat yang terdampak akibat longsor dan runtuhnya jembatan penghubung di Jalan Sinta, RT 014, Desa Sungai Limau.

Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa anggaran untuk pembangunan kembali jembatan yang runtuh telah tersedia melalui Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, proses pembangunan diharapkan dapat segera dilaksanakan.

 “Untuk pembangunan jembatan yang runtuh, dananya sudah tersedia di Pemerintah Daerah. Kami berharap proses pembangunan dapat segera dilaksanakan agar akses masyarakat kembali lancar dan aman digunakan,” ujar Aris Nur.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Limau, Mardin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta personel TNI yang telah bergotong royong membangun jembatan alternatif sebagai akses sementara bagi warga, tenaga pendidik, dan para siswa yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

 “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan aparat TNI yang telah berpartisipasi serta bekerja sama dalam pembangunan jembatan alternatif. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti kuatnya kebersamaan dalam menghadapi bencana ini,” ujar Mardin.

Lebih lanjut, Mardin menjelaskan bahwa Pemerintah Desa telah menyiapkan anggaran yang bersumber dari Dana Desa yang bisa digunakan untuk pembangunan jalan sementara. Langkah ini dilakukan guna memastikan akses transportasi masyarakat tetap berjalan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Melalui Musyawarah Desa Khusus ini, diharapkan seluruh upaya penanganan bencana dapat terlaksana secara terkoordinasi sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan pembangunan infrastruktur yang terdampak dapat segera direalisasikan. (*)

Teks/Foto : Muhammad Nursyahwal, A.Md.T (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK TENGAH )

Editor : BD Novelinna