Nunukan, SIMP4TIK - Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pendidikan bersama Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian melaksanakan kegiatan audiensi dan sosialisasi di tiga wilayah UPTD Pendidikan, yakni Kecamatan Sebuku, Kecamatan Sembakung, dan Kecamatan Lumbis, selama sepekan mulai tanggal 18 hingga 22 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yaitu di SMP Negeri 1 Tulin Onsoi untuk wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Sebuku, SD Negeri 008 Sembakung untuk wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Sembakung, dan SMP Negeri 1 Lumbis untuk wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Lumbis.

Audiensi dihadiri oleh kepala sekolah, bendahara, serta operator sekolah dari masing-masing satuan pendidikan di bawah naungan UPTD terkait. Kegiatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Andi Nilawati, bersama Diskominfo yang diwakili oleh Firmansyah selaku Pranata Komputer Ahli Pertama, serta didampingi tim aset Dinas Pendidikan dan para kepala UPTD Pendidikan di masing-masing kecamatan.

Pelaksanaan audiensi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan satuan pendidikan, khususnya dalam peningkatan tata kelola administrasi sekolah, pemetaan kebutuhan pendidikan, pengelolaan aset, serta penerapan sistem manajemen kinerja berbasis digital di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah materi strategis dibahas bersama para peserta. Pembahasan diawali dengan penyampaian draft Surat Keputusan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, aman, dan mendukung proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait administrasi pengelolaan Dana BOSDA, BOS Reguler, dan tata kelola aset sekolah. Pada sesi ini, sekolah diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kendala administrasi yang selama ini dihadapi, termasuk persoalan penghapusan aset, pelaporan penggunaan anggaran, serta kebutuhan peningkatan kapasitas pengelolaan administrasi sekolah.

Audiensi turut membahas pemetaan berbagai persoalan pendidikan di wilayah perbatasan dan daerah 3T, baik dari sisi sarana prasarana, kondisi bangunan sekolah, kebutuhan fasilitas guru, hingga aksesibilitas menuju satuan pendidikan yang berada di wilayah terpencil. Sejumlah kepala sekolah menyampaikan kondisi riil di lapangan, termasuk keterbatasan jaringan internet, akses transportasi, dan minimnya fasilitas penunjang pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Diskominfo juga memberikan sosialisasi terkait penggunaan aplikasi SIMANJA sebagai bagian dari sistem manajemen kinerja dan pelaporan aktivitas kerja di lingkungan sekolah. Pembahasan mengenai SIMANJA menjadi salah satu fokus utama dalam audiensi, mengingat masih terdapat sejumlah sekolah yang berada di wilayah blankspot dan sulit dijangkau jaringan internet.

Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta menyampaikan berbagai aspirasi, kritik, dan masukan kepada Dinas Pendidikan maupun Diskominfo. Beberapa sekolah berharap adanya kebijakan yang mempertimbangkan kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur di wilayah pedalaman agar penerapan sistem digital dapat berjalan lebih efektif dan tidak memberatkan tenaga pendidik.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan bersama pimpinan pemerintah daerah serta instansi terkait. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melakukan pemetaan kebutuhan sekolah secara menyeluruh guna mendukung pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Selain menjadi forum koordinasi, kegiatan audiensi ini juga diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, UPTD Pendidikan, dan seluruh satuan pendidikan dalam menyusun langkah-langkah strategis untuk peningkatan mutu pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah perbatasan, terpencil, dan daerah dengan keterbatasan akses internet.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendengarkan kebutuhan sekolah serta mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap memperhatikan kondisi dan tantangan nyata yang dihadapi sekolah di lapangan.

Teks/Foto : Asa Zumara, SS, M.IKom (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom