Nunukan, SIMP4TIK - Memasuki hari ketiga suasana penuh semangat dan antusias masih terlihat dari para peserta yang mengikuti Workshop dan Pelatihan Kerajinan Anyaman Lokal Rotan dan Daun Pandan serta Menjahit Modifikasi Anyaman Manik dan Kulit yang diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Nunukan.

Kegiatan yang diikuti perwakilan TP PKK dari beberapa kecamatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi bahan lokal menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

Para peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari proses mengolah bahan, teknik dasar anyaman, hingga memadukan berbagai material menjadi produk kerajinan yang lebih inovatif.

Salah satu peserta dari Kecamatan Krayan Timur, Lita Darija, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan keterampilan yang selama ini sudah dimiliki.

“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Selama ini saya hanya membuat kerajinan berbahan lokal saja, tetapi melalui pelatihan ini saya mendapatkan ilmu baru bagaimana mengkombinasikan bahan rotan dengan kulit dengan teknik yang lebih baik,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar masyarakat, khususnya para pengrajin lokal, semakin mampu menghasilkan karya yang kreatif dan memiliki nilai jual. Selain itu Lita berharap pemerintah membuka  atau menyiapkan tempat pemasaran produk bagi para perajin.

Menurut Lita, selain menambah wawasan, pelatihan ini juga menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman antar peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan.

“Banyak ilmu yang kami dapatkan di sini. Tidak hanya tentang teknik membuat kerajinan, tetapi juga bagaimana membuat produk yang lebih menarik dan bisa dikembangkan menjadi usaha,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Nunukan berharap keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi lokal semakin meningkat, sehingga kerajinan khas daerah dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi keluarga.(*)

Teks/Foto : Masdiana (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom