NUNUKAN, SIMP4TIK – Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan terus mendorong peningkatan kapasitas dan pemberdayaan kader PKK Kecamatan melalui Workshop dan Pelatihan Kerajinan Anyaman Lokal Rotan dan Daun Pandan serta Menjahit Modifikasi Anyaman dengan Kulit dan Manik.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan BKPSDM Nunukan sejak 22 hingga 29 Juni 2026 ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta dan diikuti oleh anggota PKK dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan.
Sekretaris Panitia Pelaksana kegiatan, Ramlah, saat ditemui Rabu (24/6/2026), mengatakan pelatihan tersebut merupakan upaya PKK Kabupaten Nunukan dalam mengembangkan potensi lokal agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Peserta pelatihan ini berasal dari anggota PKK Kecamatan. Kita menghadirkan narasumber dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam mengembangkan produk kerajinan berbasis potensi daerah,” ujarnya.
Menurut Ramlah, pemilihan bahan baku rotan dan daun pandan bukan tanpa alasan. Kedua bahan tersebut banyak tersedia di wilayah kecamatan, terutama Sebuku, Lumbis, hingga kawasan Krayan.
Selama ini, masyarakat telah lama memanfaatkan rotan dan pandan sebagai bahan kerajinan tradisional seperti tas, tikar, hingga anjat yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat desa.
“Kerajinan ini kita angkat karena masyarakat sudah terbiasa membuatnya dan bahan bakunya mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Jadi dalam mencari bahan tidak menjadi kendala,” jelasnya.
Namun, ia menyebutkan produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat selama ini masih banyak menggunakan teknik manual tradisional sehingga membutuhkan waktu lama dalam proses produksi. Kondisi tersebut berdampak pada kapasitas produksi dan nilai jual produk.
“Selama ini masyarakat memang sudah membuat berbagai produk anyaman rotan dan daun pandan, tetapi masih secara manual. Karena prosesnya cukup lama, harga jual produk juga cenderung lebih tinggi,” katanya.
Melalui pelatihan ini, peserta diberikan peningkatan keterampilan dalam teknik produksi, pengembangan desain, kreativitas, serta inovasi agar produk yang dihasilkan lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan pasar.
“Harapannya peserta bisa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik, sehingga mampu menghasilkan desain produk yang lebih variatif dan memiliki nilai jual,” tambahnya.
Selain pelatihan, PKK Kabupaten Nunukan juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dalam kegiatan produksi.
“Kami tidak akan berhenti setelah kegiatan ini. Nantinya akan ada pendampingan, mengawal mereka agar langsung memproduksi, sekaligus membantu mencari peluang pasar yang lebih luas,” ungkap Ramlah.
Pemasaran produk nantinya akan didorong melalui berbagai saluran, termasuk promosi melalui media sosial, penjualan secara online, hingga membantu menitipkan produk pada gerai Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pusat pemasaran milik pemerintah daerah.
Menurutnya, jika program ini berjalan baik, maka dampaknya tidak hanya pada pelestarian kerajinan lokal, tetapi juga terhadap peningkatan ekonomi keluarga.
“Ibu-ibu nantinya memiliki aktivitas sosial ekonomi yang produktif dan kerajinan ini bisa menjadi nilai tambah bagi keluarga,” pungkasnya.
Teks/Foto : Siti Hasnah,SE (Tim Publikasi DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN )
Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom