Tanjung Selor, SIMP4TIK — Upaya memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan terus dilakukan pemerintah melalui sinergi lintas daerah dan pemangku kepentingan. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program serta kegiatan pemerintah daerah, Kementerian Koperasi Republik Indonesia melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bertema “Sinkronisasi dan Kolaborasi Perencanaan, Pengembangan dan Penguatan Koperasi untuk Ekonomi Kerakyatan”.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di Tanjung Selor itu diikuti perwakilan kabupaten/kota se-Kalimantan Utara, termasuk DKUKMPP Nunukan yang diwakili sekretaris dinas, Kepala Bidang Koperasi, serta Jafung Pengawas Ahli Muda Koperasi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kalimantan Utara, Hasriani, menegaskan bahwa rapat koordinasi perencanaan daerah menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

“Hari ini kegiatan rapat koordinasi perencanaan daerah menjadi sangat penting sebagai wadah konsolidasi dan penyelarasan arah kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat peran koperasi sebagai pondasi ekonomi kerakyatan, khususnya di Kalimantan Utara,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah saat ini terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi melalui berbagai program strategis, salah satunya pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

“Program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui penguatan usaha dan potensi yang dimiliki masing-masing kabupaten dan kota, khususnya di desa,” katanya.

Hasriani menambahkan, keberadaan koperasi di desa harus mampu menjadi wadah produktif yang dapat mengelola berbagai potensi lokal secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap semua elemen di desa dapat bergerak dan melihat potensi apa yang bisa dikembangkan menjadi unit usaha koperasi yang produktif di tengah masyarakat,” jelasnya.

Rakorda tersebut juga menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antardaerah dalam merumuskan langkah-langkah pengembangan koperasi yang lebih adaptif, modern, dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap program penguatan koperasi di Kalimantan Utara dapat berjalan lebih terarah, sinkron, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan.

Teks/Foto : Siti Hasnah,SE (Tim Publikasi DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom