Nunukan, SIMP4TK– Dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Panitia Peaceful Muharram 1448 H Kecamatan Nunukan Selatan menggelar Seminar Kesehatan Perempuan dan Pola Asuh Anak yang diikuti oleh ibu-ibu majelis taklim dan kader PKK se-Kecamatan Nunukan Selatan di Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu dari rangkaian program Peaceful Muharram 1448 H yang dilaksanakan melalui sinergi berbagai organisasi dan lembaga, di antaranya KUA Kecamatan Nunukan Selatan, Muslimat NU, BKMT, Majelis Taklim, serta PKK Kecamatan Nunukan Selatan.
Ketua Panitia Samsiar, SP menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi, manfaat, dan penguatan kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan perempuan serta memperkuat pemahaman mengenai pola asuh anak yang tepat.
Sementara itu mewakili Bupati Nunukan, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Faridah Aryani mengatakan Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan peran perempuan dan keluarga.
Faridah menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia Peaceful Muharram atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Faridah, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga perlu menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui edukasi kesehatan perempuan dan pola asuh anak. Tema yang diangkat, yakni “Perempuan Sehat, Keluarga Kuat, Generasi Unggul”, dinilai sangat relevan dengan upaya membangun generasi masa depan yang berkualitas.
“Perempuan, khususnya seorang ibu, merupakan madrasah pertama bagi anak-anak. Ibu yang sehat secara fisik maupun mental akan melahirkan generasi yang kuat. Begitu pula ibu yang memahami pola asuh yang tepat akan mampu mendidik anak-anak yang berakhlak dan berprestasi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu, perempuan yang sehat dan memiliki pengetahuan yang baik tentang pengasuhan anak menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan keluarga yang kuat dan sejahtera.
Melalui seminar ini, para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, mengenali gejala penyakit sejak dini, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta menerapkan pola asuh yang sesuai dengan tuntunan agama dan ilmu pengetahuan modern. Ilmu yang diperoleh juga diharapkan dapat disebarluaskan kepada anggota majelis taklim lainnya sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Faridah juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah dan pihak terkait untuk terus membangun sinergi dengan majelis taklim melalui program-program yang berkelanjutan. Menurutnya, pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga harus menjadi gerakan bersama demi menciptakan masyarakat Nunukan Selatan yang sehat, unggul, dan berkarakter.
Selain itu ia menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. “Perempuan sehat hari ini berarti Nunukan yang lebih kuat di masa depan,” ujarnya saat membuka secara resmi seminar tersebut.(*)
Teks/Foto : Masdiana (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom