Sembakung Atulai, SIMPATIK – Sebuah musibah menimpa warga Desa Binanun, Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada Senin pagi. Seorang anak bernama Aprileo (12 tahun) meninggal dunia setelah tertimpa batang pohon yang sedang ditebang di lokasi Rencana Lahan Relokasi Desa Binanun dan Liuk Bulu, sekitar pukul 10.29 Wita. Senin (25/5/2026)
Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan oleh Posko BPBD Kecamatan Lumbis, peristiwa berawal dari kegiatan warga yang menebang pohon berukuran besar. Pohon tersebut dinilai sudah tidak layak dan dikhawatirkan akan tumbang sewaktu-waktu serta membahayakan pemukiman warga di sekitarnya. Sebelum penebangan dimulai, para warga yang hadir sudah diimbau dan diingatkan untuk menjauh dari area jatuhnya pohon demi keselamatan bersama.
Namun, di luar dugaan, saat proses penebangan berlangsung dan pohon mulai miring jatuh, korban yang berada tidak jauh dari lokasi diduga berlari mendekat dengan maksud mengambil damar dari pohon tersebut. Karena terjadi secara tiba-tiba, Aprileo tidak sempat menyelamatkan diri dan tertindis batang pohon dalam posisi telungkup. Korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Aprileo merupakan anak kelahiran 23 April 2014, beragama Katolik, dan beralamat di Desa Binanun, Kecamatan Sembakung Atulai.
Mendapatkan laporan kejadian, tim gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Personel yang terlibat dalam penanganan kejadian ini antara lain Camat Sembakung Atulai beserta staf, Polsek Sembakung, Polsek Lumbis, personel BPBD Kecamatan Lumbis dipimpin Koordinator Posko Jamiat, serta tim medis dari Puskesmas Sembakung Atulai.
Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pemeriksaan dan peninjauan lokasi kejadian, evakuasi serta penanganan jenazah serta koordinasi intensif dengan Camat Sembakung Atulai guna tindak lanjut selanjutnya.
Pihak BPBD Kabupaten Nunukan melalui Posko Kecamatan Lumbis kembali mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mengutamakan prosedur keselamatan saat melakukan penebangan pohon atau pekerjaan yang berisiko tinggi. Masyarakat diimbau untuk memastikan seluruh warga, terutama anak-anak, berada di jarak aman dan jauh dari area kerja agar kejadian serupa tidak terulang.
Teks/Foto : Fihir Amsar Amrie (Tim Publikasi KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI )
Editor : Taufik, S.Ksi, M.I.Kom