Sebatik, SIMP4TIK– Komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan oleh BUMDes Maju Sejahtera Desa Balansiku Kecamatan Sebatik. Melalui unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelolanya, BUMDes kini berhasil mencapai produksi stabil hingga 440 butir telur setiap hari.

Upaya penguatan sektor pangan tersebut menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan yang berlangsung di ruang tamu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Aztrada Garuda Jaya di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik Rabu (3/6/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus BUMDes Balansiku, ketua pengurus SPPG, Camat Sebatik, Sekretaris Kecamatan Sebatik, serta staf Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sebatik

Pertemuan yang diinisiasi oleh BUMDes Balansiku ini bertujuan membangun kemitraan strategis dalam penyerapan produk lokal desa sekaligus memperkuat rantai pasok sektor pertanian dan peternakan di wilayah Kecamatan Sebatik. Sinergi ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan desa serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, perwakilan Kecamatan Sebatik menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif BUMDes yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah. Kerja sama antar lembaga dan desa dinilai menjadi kunci dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Direktur BUMDes Maju Sejahtera, Venny L., memaparkan perkembangan unit usaha peternakan ayam petelur yang saat ini menjadi salah satu sektor unggulan desa. Menurutnya, BUMDes telah bertransformasi dari sekadar pengelola administrasi menjadi agregator produk peternakan yang mampu menghasilkan komoditas pangan secara berkelanjutan.

“Produksi telur kami saat ini telah mencapai 440 butir per hari atau setara dengan sekitar 14 hingga 15 rak telur setiap harinya. Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan pakan, perawatan kandang, serta kesehatan unggas berjalan dengan baik. Ke depan, kami akan terus menjaga konsistensi produksi sekaligus memperluas jaringan pemasaran hingga ke desa-desa lain dan SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Sebatik maupun Sebatik Barat,” ujar Venny.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program penguatan ketahanan pangan berbasis desa mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus mendukung ketersediaan pangan lokal. Dengan adanya kemitraan yang sedang dijajaki bersama SPPG, hasil produksi peternakan diharapkan dapat terserap secara berkelanjutan sehingga memberikan kepastian pasar bagi peternak desa.

Langkah BUMDes Balansiku ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan daerah melalui optimalisasi potensi lokal. Kolaborasi antara BUMDes, pemerintah kecamatan, dan SPPG diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah perbatasan. (*)

Teks/Foto : Abdul Rahman, S.A.P (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK )

Editor : BD Novelinna