SebatikTimur, SIMP4TIK – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus memperkuat benteng deteksi dini guna menangkal setiap potensi yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembekalan Komunikasi Sosial dalam Forum Koordinasi Kewaspadaan Dini dan Cegah Dini Potensi ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) di bidang Ipoleksosbudhankam (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan).

​Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Sungai Nyamuk pada Senin (25/05/2026) ini, dihadiri langsung oleh Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, S.E., dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Nunukan Hasan Basri, S.I.P., yang sekaligus membuka acara. Turut hadir unsur aparat pemerintah, aparat keamanan, serta para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

​Menjaga kedamaian bukan lagi sekadar tugas dinas, melainkan panggilan bagi setiap elemen bangsa. Dalam arahannya, Kepala Bakesbangpol mengingatkan kembali bahwa kekuatan sejati daerah berada pada kebersamaan.

​"Kewaspadaan dini bukan hanya tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab kolektif. Sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda adalah kunci utama agar setiap potensi gangguan bisa diredam sebelum meluas," ujar Hasan Basri dalam sambutannya.

​Dalam forum tersebut, penekanan diarahkan pada kepekaan radar sosial masyarakat terhadap dinamika yang berkembang. Di bidang ekonomi dan sosial, forum ini menyoroti pentingnya mengantisipasi dampak penyelundupan barang ilegal, fluktuasi harga BBM, kelapa sawit, serta harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan. Sementara di bidang budaya dan hankam, ditekankan pentingnya mencegah gesekan horizontal antarkelompok sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dari kejahatan lintas negara (transnational crime).

​Sejalan dengan hal itu, Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah berharap melalui penguatan komunikasi sosial ini, koordinasi antar-elemen dapat berjalan lebih cepat dan responsif.

​"Melalui momentum penguatan Komunikasi Sosial ini, saya berharap kita semua dapat meningkatkan kepekaan lingkungan. Setiap informasi sekecil apa pun di wilayah Kecamatan Sebatik Timur harus segera dikoordinasikan secara berjenjang demi penanganan yang cepat dan tepat. Kita wajib mengedepankan pendekatan persuasif dan kultural dengan memaksimalkan peran serta ketokohan adat dan agama, karena sentuhan dari hati ke hati inilah yang jauh lebih efektif dalam meredam potensi konflik sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan nyata," tegas Zainal.

Dengan terlaksananya pembekalan ini, sangat diharapkan jejaring komunikasi sosial di tingkat kecamatan hingga desa dapat berjalan lebih aktif, sehingga setiap potensi hambatan maupun gangguan kamtibmas dapat diantisipasi secara mandiri oleh masyarakat sipil.

Teks/Foto : Maslizah (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK TIMUR )

Editor : Maslizah