NUNUKAN – Dampak banjir kiriman dari wilayah perbatasan Malaysia yang melanda Kecamatan Sembakung kembali memicu longsoran susulan di sejumlah titik permukiman warga. Berdasarkan hasil pemantauan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan pada kamis, 21 Mei 2026, tercatat lebih dari empat rumah warga terdampak akibat tambahan longsoran baru yang terjadi di kawasan tersebut.
Salah satu rumah milik warga bahkan mengalami ancaman serius pada bagian dapur akibat kondisi tanah yang terus bergerak. Sebagai langkah antisipasi agar kerusakan tidak semakin parah, satu kepala keluarga dengan empat jiwa terpaksa membongkar sendiri bagian dapur rumah mereka.
Tim BPBD bersama aparat setempat terus melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan keselamatan masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil pascabanjir.
Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen cepat terhadap rumah-rumah yang terdampak dan mengimbau warga untuk tetap waspada.
“Longsoran ini dipicu kondisi tanah yang masih jenuh air setelah banjir kiriman dari wilayah perbatasan Malaysia. Kami terus melakukan pemantauan dan meminta warga yang berada di area rawan agar segera melapor apabila ditemukan retakan tanah atau tanda-tanda longsor susulan,” ujar Hasanuddin.
Sementara itu, Komandan Pos Sembakung, Taufik menyampaikan bahwa personel di lapangan masih bersiaga untuk membantu masyarakat terdampak.
“Kami bersama tim gabungan terus memonitor perkembangan di lokasi. Prioritas kami saat ini adalah keselamatan warga dan memastikan tidak ada korban jiwa akibat longsoran susulan ini,” kata Taufik.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih dalam pemantauan BPBD Kabupaten Nunukan dan masyarakat diminta tetap berhati-hati terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )
Editor : RAIS