Nunukan, SIMP4TIK - Mobile Forensic adalah salah satu cabang dari digital forensik yang dilakukan untuk menganalisis dan memperoleh bukti-bukti digital dari perangkat mobile. 

Seperti yang kita tahu, kini semua orang memiliki perangkat mobile sendiri, baik ponsel, tablet, maupun komputer. Tindak kejahatan siber atau cybercrime juga makin marak terjadi, dan dapat dilakukan melalui perangkat pribadi. 

Maka dari itu mobile forensic sangat dibutuhkan untuk mengungkap suatu kejahatan siber. Proses mobile forensic didasarkan pada parameter tertentu, seperti jenis ponsel, sistem operasi, tingkat enkripsi, dan ketersediaan sandi. 

Dalam pelaksanaanya, mobile forensic meliputi beberapa metode dan proses, diantaranya : 

Dalam metode manual, perangkat akan dijelajahi dan dipindai secara manual oleh ahli mobile forensic. Data yang ada dalam ponsel akan dilihat, diakses, dan diamati secara langsung. Metode ini tergolong cepat karena bisa langsung dilakukan oleh ahli mobile forensic

Namun metode ini rentan terhadap kesalahan dan bias manusia. Selain itu, metode ini membutuhkan banyak waktu untuk mengumpulkan semua data yang diperlukan dari perangkat seluler. Metode logis adalah cara cepat untuk mengekstrak data dari file pengguna secara langsung. 

Keuntungan dari metode ini adalah dapat dilihat dengan mudah pada tools forensik seluler. Ukuran data yang diekstraksi lebih kecil karena data tidak diperloleh dari memori flash. 

Namun kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat memulihkan data atau item yang dihapus dari perangkat seluler. Metode fisik dilakukan dengan mengakses memori flash ponsel dan mengekstrak data dari ruang tersebut. 

Dalam hal ini, memori flash diakses langsung untuk mengumpulkan data yang ada dan data yang dihapus juga akan diambil. Metode ini terbukti sangat membantu dalam banyak kasus forensik. 

Ahli mobile forensic akan mengakses memori flash dengan tools tertentu untuk melewati patch keamanan perangkat seluler. Metode File System megekstrak data dari tingkat sistem perangkat seluler yang bersangkutan. 

Dalam proses ini, informasi dan data yang terkait dengan aplikasi perangkat seluler juga diekstraksi.

Teks/Foto : Eries Ramadhani (Tim Publikasi INSPEKTORAT DAERAH )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom