NUNUKAN, SIMP4TIK - Memastikan listrik tetap stabil di bulan Ramadhan, Komisi I mengundang managemen PLN Rayon Nunukan bahas pengoperasian listrik di Nunukan.
Pembahasan tersebut digelar melalui Rapat Kerja Dewan, Rabu (25/2/25) siang diruang rapat ambalat I DPRD Nunukan.
Rapat ini dipimpin langsung ketua Komisi I, Dr. Andi Muliyono, SH, MH didampingi Sekretaris Komisi I, Muhammad Mansur, Wakil Ketua Komisi I, Saddam Husain, dan anggota komisi I, Donal, dan H. Firman Latif.
Dalam rapat kerja tersebut, PLN Rayon Nunukan menyampaikan persiapan operasional listrik di bulan Ramadan.
Supervisor Distribusi dan Devisi Teknik PLN Nunukan, Heri mengatakan, Distribusi Listrik Nunukan dan Sebatik itu berada pada satu lokasi dari tiga Pembangkit Listrik yang saat ini sudah surplus atau kapasitas pembangkit listrik lebih besar dari pemakaian.
" Alhamdullah dari ketiga pembangkit yang kita miliki itu sudah surplus 3 Megawatt l, semoga periode ini atau selama bulan ramadhan dan seterusnya tidak ada lagi pemadaman bergilir," kata Heri.
Ia menjelaskan kalaupun ada pemadaman itu karna PLN melakukan pemeliharaan kabel yang terbuka disebabkan oleh gigitan Hewan dan ini dapat diatasi dengan cepat, kemudoan listrik dinormalkan lembali.
Selain itu, selama bulan Ramadhan PLN juga sudah mempersiapkan 2 unit trafo disribusi untuk mengantisipasi listrik tetap stabil tanpa menunggu pengiriman dari tanjung selor.
" Jadi ketika ada kerusakan trafo bisansegera kita lakukan pengantian tanpa menunggu trafo dari tanjung selor, dan juga kami siapkan UPS untuk membackup listrik kegiatan Nasional tanpa kedip, agar kegiatan tetap berjalan dengan baik," jelas Heri.
Heri menambahkan bahwa daya listrik PLN saat ini meninigkat setelah penambahan mesin baru beberapa bulan lalu.
Penambahan tersebut mencapai kapasitas 1,5 MW, yang berkontribusi pada surplus daya di sistem Nunukan Sebatik sebesar 3-4 MW, atau sekitar 20% dari total kapasitas.
“ Dengan beban puncak mencapai 16 MW, cadangan daya yang tersedia saat ini mencapai 20 MW. Sementara itu, di Semenggaris, cadangan daya yang tersisa adalah sekitar 100 kW. Di Sebuku Tulin Atap, cadangan daya yang ada mencapai 1 MW, dengan daya mampu 4 MW dan beban saat ini sebesar 3 MW. "Alhamdulillah, untuk saat ini kita masih dalam kondisi surplus," tambah Heri.
]Untuk Semenggaris, lanjutnya, memiliki sisa cadangan daya 100 kW, Rayon Nunukan telah mengirimkan surat kepada PLN Pusat untuk segera melakukan penambahan mesin, karena banyaknya permohonan pemasangan baru, terutama dari PT BSI untuk asrama-asramanya, serta permohonan dari BTS-BTS untuk memperluas jangkauan sinyal.
Tanggapan Komisi I DPRD Nunukan
Menanggapi hal ini Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan, Muhammad Mansur mengapresiasi upaya PLN Selema ini, namun perlu memikirkan standarisasi pelayanan masyarakat terkait kelistrikan, terutama mencegah terjadinya pemadaman listrik yang kerap terjadi, khususnya selama bulan Ramadhan.
Mansur meminta PLN mencatat dan melaporkan jumlah mesin yang beroperasi di Sungai Bilal, termasuk mesin baru dan lama, serta penggunaan bahan bakar minyak (BBM) selama satu bulan.
“ PLN harus lebih terbuka dalam menyampaikan kekurangan dan tantangan yang dihadapi, baik di tingkat provinsi maupun pusat, agar dapat bersama-sama anggota dewan mencari solusi terbaik bagi masyarakat perbatasan.” Kata Mansur.
Ia menegaskan bahwa DPRD siap mendukung dan mendampingi PLN dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.
“ Kami minta PLN lebih serius dan tidak memberikan janji-janji yang tidak realistis terkait kapasitas listrik yang tersedia, untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di Nunukan.” tutup mansur.***
Teks/Foto : Taufik, S.KSi, M.IKom (Tim Publikasi SEKRETARIAT DPRD )
Editor : Taufik, S.KSi, M.IKom