Nunukan, SIMP4TIK - Dalam rangka pengawasan keamanan dan mutu pangan. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melalui Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi pengawas keamanan pangan makan bergizi gratis di ruang pertemuan Dinas Pendidikan, Kamis (27/02/2025).

Pertemuan hari ini dibuka langsung Sekretaris Dinas Pendidikan H.Tuwo, S.Pd.MM menyampaikan keamanan pangan bukan hanya soal menghindari risiko keracunan tapi juga memastikan yang disajikan memiliki kualitas gizi yang optimal oleh karena itu, perlu adanya tim pengawasan keamanan pangan makan bergizi gratis untuk memastikan makanan yang di terima sesuai standar hygiene mulai dari produksi, penyimpanan, hingga distribusi.

Tujuan program makan bergizi gratis untuk mengoptimalkan pertumbuhan selama 16 tahun pertama perkembangan anak dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, terampil, memiliki keunggulan daya saing dan produktivitas ekonomi dapat berkontribusi pada misi pemberantasan kemiskinan ekstrem dan relative, menghasilkan dampak ekonomi berlipat secara langsung, mengakselerasi laju pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan dapat mengurangi rasio ketimpangan gender dalam jangka panjang.

Kelompok sasaran Makan Bergizi Gratis (MBG) terdiri atas dua yaitu (1) peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di lingkungan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidik khusus, dan pendidikan pesantren. (2). Anak usia di bawah lima tahun, kelompok ini termasuk sasaran utama program makan bergizi gratis lantaran balita merupakan periode kritis dalam tumbuh kembang anak. Kekurangan gizi pada masa priode pertumbuhan dapat menyebabkan dampak yang tidak dapat di pulihkan.

Tugas tim pengawas keamanan pangan dapat memastikan makanan yang diterima disimpan di tempat yang sesuai standar sanitasi, melakukan uji organoleptic meliputi rasa warna. bau, dan mencicipi sebelum makanan di konsumsi, memastikan juga untuk melakukan kegiatan cuci tangan pakai sabun sebelum mengkonsumsi makanan, memastikan makanan habis di konsumsi dan tidak di bawa pulang, memastikan sampah di kelola sesuai ketentuan yang berlaku.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 70 orang dari pengawas keamanan pangan di sekolah wilayah Kabupaten Nunukan.(*)

Teks/Foto : Putri Sartika Dewi, S.KM (Tim Publikasi DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK & KELUARGA BERENCANA )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom