Nunukan, SIMP4TIK- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Nunukan selama tahun 2025 mencatat 27 kali kasus kebakaran. Kebakaran tersebut mayoritas disebabkan oleh korsleting listrik atau hubungan arus pendek. Instalasi listrik yang tidak standar, kabel yang sudah lama, beban yang berlebih dengan penggunaan colokan cabang bertumpuk dapat menimbulkan panas berlebih dan bisa menjadi pemicu kebakaran
Pelaksana tugas Kepala Disdamkarmat, Wahyudi Kawariyin, mengatakan dari 27 kali kebakaran, 23 kasus yang tertangani dan empat kali di luar jangkauan dinas mayoritas disebakan oleh korsleting listrik.
“Seperti kejadian kebakaran di Pa Betung Kecamatan Krayan Timur dan di Sei Manggaris, personel dan mobil pemadam kebakaran belum ada di sana,” kata Wahyudi, Jum'at (23/1/2026).
Sebanyak 60 persen atau 16 kali terjadi kebakaran sambung Wahyudi, menimpa rumah tempat tinggal warga dan waktu kebakaran terbanyak terjadi pada September dan Desembar masing-masing 4 kejadian.
“Kebakaran di Mansalong Kecamatan Lumbis yang terjadi pada pertengahan September 2025 lalu, merupakan kebakaran terbesar dengan menghanguskan lebih dari 50 rumah dan toko,” jelasnya.
Wahyudi juga menyampaikan, kejadian kebakaran sepanjang 2025 merupakan yang terkecil jika dibandingkan dengan 5 tahun terakhir.
“Jumlah kebakaran 2021 sebanyak 36 kejadian, 2022 ada 36 kali, 2023 sebanyak 44 kali dan 2024 kejadian kebakaran 53 kejadian,” terangnya.
Menurunnya angka kejadian kebakaran ini menandakan pentingnya sosialisasi dan penyuluhan pencegahan kebakaran dini kepada masyarakat, selain itu pembinaan relawan kebakaran di beberapa desa dan kecamatan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Dihimbau kepada warga selalu waspada terhadap bahaya kebakaran yang bisa terjadi kapan dan di mana pun, bila melihat kejadian kebakaran segera laporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran,” pungkasnya.
Teks/Foto : Paisal (Tim Publikasi DINAS PEMADAM KEBAKARAN )
Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom