Nunukan, SIMP4TIK - Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan melalui Tim Sekretariat Audit Maternal Perinatal (AMP) Kabupaten Nunukan melaksanakan kegiatan Audit Perinatal Tahap II pada Kamis, (11/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Nunukan.
Kegiatan dihadiri oleh Tim Pengkaji Perinatal Kabupaten Nunukan, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Nunukan, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Nunukan, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Nunukan, serta unsur terkait lainnya yang berperan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan, Hj. Nurmadia, S.KM., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Audit Perinatal merupakan salah satu strategi penting untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kematian bayi, sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah perbaikan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dan lintas sektor dalam upaya menurunkan angka kematian bayi di Kabupaten Nunukan. Melalui audit yang dilakukan secara objektif dan komprehensif, diharapkan dapat diperoleh rekomendasi yang tepat guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Terdapat 22 kasus kematian bayi, dengan 15 kasus terjadi pada masa neonatal. Setiap kasus dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi penyebab, faktor risiko, serta peluang perbaikan dalam sistem pelayanan kesehatan.
Kegiatan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang kesehatan anak dan kesehatan ibu, yaitu dr. Sholeh, M.Kes,Sp.A
dr. Nur Iedil Baharuddin, Sp.OG Kedua narasumber memberikan pemaparan serta masukan terkait penanganan kasus perinatal, upaya pencegahan kematian bayi, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.
Melalui pelaksanaan Audit Perinatal Tahap II ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi, sehingga angka kematian bayi di Kabupaten Nunukan dapat terus ditekan dan derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat.
Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan bertindak sebagai Tim Sekretariat AMP Kabupaten Nunukan yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dan tindak lanjut rekomendasi hasil audit.(*)
Teks/Foto : Putri Sartika Dewi, S.KM (Tim Publikasi DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK & KELUARGA BERENCANA )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom