Sembakung, SIMP4TIK - Mengawali pergantian tahun 2025 ke 2026, Kecamatan Sembakung kembali diuji dengan musibah banjir akibat meluapnya Sungai Sembakung. Air dilaporkan mulai merangkak naik sejak 3 Januari dan terus bertahan hingga hari ini, mengakibatkan lumpuhnya sektor pendidikan, pelayanan publik, hingga sektor ekonomi warga.

Kondisi saat ini menunjukkan level air telah mencapai ruas jalan utama aspal. Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, tim gabungan yang terdiri dari Forkopimcam, BPBD, Kampung Siaga Bencana (KSB), Tagana, dan Relawan bergerak sigap mendirikan tenda pengungsian.

Langkah evakuasi ini diambil karena sistem pertahanan tradisional warga, yaitu membuat "Pungkau" (panggung darurat di dalam rumah), dianggap sudah tidak memadai lagi seiring terus meningkatnya ketinggian air.

"Kami berinisiatif mendirikan tenda untuk mengevakuasi warga karena kondisi di dalam rumah sudah tidak memungkinkan lagi. Di pos evakuasi, kami telah melengkapi fasilitas mulai dari tempat tidur, dapur umum, tenaga medis, hingga personel keamanan agar warga merasa lebih tenang," ungkap perwakilan tim lapangan, Rabu (7/1/2026).

Dalam tiga hari terakhir, bantuan dari lumbung KSB Sembakung telah mulai didistribusikan. Fokus utama penyaluran bantuan perdana ini adalah kelompok rentan, khususnya bayi. Bantuan yang disalurkan berupa Tool Kit perawatan bayi yang berisi selimut dan pakaian hangat, Popok (Pampers) dan perlengkapan kesehatan (Minyak telon dan minyak angin.

Ketua dan Sekretaris KSB Sembakung, Abdulah, S.Pd, dalam kesempatan terpisah meminta pihak pemerintah untuk memastikan ketersediaan logistik di gudang KSB tetap terjaga. Keberadaan stok logistik ini terbukti vital untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak korban banjir secara cepat tanpa harus menunggu pengiriman dari luar daerah.

"Bantuan yang tersedia di gudang KSB menjadi napas pertama bagi warga. Selain untuk Sembakung, KSB juga disiapkan untuk mampu meng-cover bantuan awal bagi wilayah sekitar seperti Sebuku, Tulin Onsoi, dan Lumbis sembari menunggu bantuan susulan dari pemerintah pusat maupun kabupaten," jelas Abdulah.

Hingga saat ini, hamparan sawah masyarakat dan fasilitas umum masih tergenang. Petugas terus menghimbau warga yang masih bertahan di rumah untuk segera berpindah ke posko pengungsian demi keselamatan dan kesehatan.(*)

Teks/Foto : Fajar Budhayanto (Tim Publikasi KECAMATAN SEMBAKUNG )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom