Sembakung, SIMP4TIK - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir meluas di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Nunukan. Berdasarkan laporan sementara yang dihimpun dari delapan Pos BPBD Kecamatan, ratusan rumah warga terendam, dengan ribuan jiwa terdampak langsung.
Di Kecamatan Sembakung, Selasa (6/1/2026), banjir merendam sedikitnya 110 rumah yang tersebar di beberapa desa. Dampak terparah terjadi di Desa Atap, dengan 93 rumah terdampak, melibatkan 136 kepala keluarga (KK) atau sekitar 458 jiwa. Sementara itu, banjir juga melanda Desa Tagul, Manuk Bungkul, Lubakan, dan Tujung. Di Desa Tujung, sebagian warga telah melakukan relokasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, di wilayah Pos BPBD Lumbis, banjir turut merendam pemukiman warga di Desa Lubok Buat dan Desa Katul. Bahkan, di Desa Liuk Bulu dan Desa Binanun, tercatat sekitar 300 unit rumah terdampak banjir akibat luapan sungai.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Sebuku. Debit air Sungai Sebuku terus mengalami peningkatan dan telah memasuki kawasan permukiman warga Desa Kunyit, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Tak hanya permukiman warga, banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Sembakung. Beberapa fasilitas vital yang terendam di antaranya Pos Damkar, BPU, GOR Sembakung, serta sejumlah fasilitas pendidikan seperti SDN 1, SDN 2, SDN 3, SDN 4 Tembelunu, SMPN 1, dan SMAN Sembakung. Selain itu, kantor KUA, Koramil, UPT Disdik, Kantor Pertanian, Pustu Tembelunu, Posyandu, hingga rumah ibadah juga dilaporkan terdampak.
Dari hasil pemantauan Tinggi Muka Air (TMA), tercatat Sungai Sembakung di Desa Atap mencapai 4,40 meter, naik dari sebelumnya 4,35 meter. Sementara Sungai Lumbis di Desa Mansalong berada di angka 8,6 meter, mengalami penurunan dibanding pengukuran sebelumnya yang sempat mencapai 9,0 meter.
BPBD Kabupaten Nunukan terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan aparat kecamatan serta desa untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, sekaligus menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat bagi warga terdampak.(*)
Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom