Nunukan, SIMP4TIK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan memenuhi undangan SMP Negeri 2 Nunukan sebagai narasumber dalam kegiatan literasi kebencanaan yang digelar bagi para pelajar, pada [Jumat, 30/01/2026].

Kegiatan ini menghadirkan langsung personel BPBD Kabupaten Nunukan, Rakhmad Kurniawan, sebagai pemateri utama dengan mengangkat tema “Meningkatkan Minat Belajar dan Literasi Kebencanaan di Kalangan Remaja/Pelajar”. Materi tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta pemahaman siswa terhadap potensi bencana dan langkah-langkah mitigasi sejak usia dini.

Dalam pemaparannya, Rakhmad Kurniawan menekankan pentingnya literasi kebencanaan bagi generasi muda, terutama pelajar, sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Menurutnya, pengetahuan kebencanaan tidak hanya penting saat terjadi bencana, tetapi juga sebagai bekal sikap dan perilaku sehari-hari.

“Pelajar merupakan kelompok strategis dalam membangun budaya sadar bencana. Dengan meningkatkan minat belajar dan literasi kebencanaan sejak dini, diharapkan mereka mampu memahami risiko di lingkungan sekitar serta tahu bagaimana bersikap sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” ujar Rakhmad Kurniawan.

Ia juga menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan di sekolah memiliki peran besar dalam membentuk karakter tangguh dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi kebencanaan harus menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami,” tambahnya.

Pihak sekolah menyambut baik kehadiran BPBD Kabupaten Nunukan dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut guna memperkuat pemahaman kebencanaan di kalangan pelajar.

Dengan adanya kegiatan literasi kebencanaan ini, BPBD Kabupaten Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai langkah preventif dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (*)

Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )

Editor : BD Novelinna