Nunukan, SIMP4TIK -  Kabupaten Nunukan siap mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo mulai 20-25 Juni 2026.

Pemerintah Kabupaten Nunukan menurunkan 80 orang yang terdiri dari Peserta Utama sebanyak 52 orang yaitu 36 orang binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, 9 orang binaan Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan, 7 orang peserta swadaya, sedangkan Pendamping sebanyak 5 orang dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan dan 3 orang dari Dinas Perikanan.

Dalam Pelepasan tersebut di hadiri Bupati Nunukan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Perwakilan Dinas Perikanan, Manajer PT Pelni Nunukan, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Nunukan, Ketua Kontingen Nunukan, para pendamping, serta peserta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Masniadi, S. Hut, M. AP dalam sambutannya menyampaikan PENAS KTNA merupakan ajang nasional yang mempertemukan para pelaku utama dan pelaku usaha sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan dari seluruh Indonesia untuk saling bertukar informasi, pengalaman, inovasi teknologi, serta memperkuat jejaring usaha dan kemitraan.

Kegiatan ini menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian dan perikanan, sekaligus menjadi wahana promosi potensi daerah serta hasil-hasil pembangunan sektor pertanian dan perikanan Kabupaten Nunukan.

“Keikutsertaan Kabupaten Nunukan dalam PENAS KTNA XVII merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pelaku utama dan pelaku usaha agar semakin mandiri, inovatif, dan berdaya saing”, ungkap Masniadi.

Selanjutnya secara teknis Widodo, S, PKP, M. Si, Kepala Bidang Penyuluhan sekaligus Wakil Ketua Kontingen menjelaskan bahwa peserta dari Kabupaten Nunukan akan mengikuti seluruh rangkaian acara PENAS mulai tanggal 20 - 25 Juni, termasuk menyiapkan tim lomba Asah Terampil dan Karya Temu Usaha dengan Tema "Pengolahan Singkong menjadi Tepung Mocaf pengganti Terigu".

Untuk mendukung kelancaran keberangkatan dan kepulangan peserta, moda transportasi yang digunakan sebagian besar melalui jalur laut menggunakan Kapal Tol Laut Sabuk Nusantara, dan sebagian lainnya menggunakan transportasi udara atau pesawat terbang.

Sementara itu, fasilitas akomodasi peserta selama berada di Gorontalo telah disiapkan dalam bentuk penginapan pada hotel dan homestay yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara.

“Melalui keikutsertaan dalam PENAS KTNA XVII Tahun 2026 ini, kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun jejaring, serta membawa pulang berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Kabupaten Nunukan”, tutup Widodo, Senin (15/6/2026).

Teks/Foto : MUTIAH (Tim Publikasi DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom