Sebatik Tengah, SIMP4TIK - Kegiatan pelatihan kearsipan bagi pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan desa se-Kecamatan Sebatik Tengah resmi dibuka oleh Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, S.STP, bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Abdi Praja Kantor Camat Sebatik Tengah.

Dalam sambutannya, Camat Sebatik Tengah menekankan pentingnya pengelolaan arsip yang baik dan tertib administrasi dalam mendukung akuntabilitas serta transparansi pemerintahan desa. Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas aparatur ini.

“Melalui pelatihan ini, kita harapkan aparatur desa dan pengurus lembaga kemasyarakatan dapat memahami tata cara penyimpanan, pemeliharaan, serta pemusnahan arsip sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Aris Nur.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menyesuaikan diri dengan sistem digital, khususnya dalam pengelolaan surat-menyurat melalui aplikasi SRIKANDI. Aplikasi ini merupakan sistem nasional yang dikembangkan oleh pemerintah pusat dan terintegrasi dengan Kementerian Kominfo untuk pendaftaran Tanda Tangan Elektronik (TTE).

“Melalui SRIKANDI, sistem surat-menyurat antarinstansi akan lebih mudah dan efisien karena sudah saling terkoneksi. Misalnya, surat dari pemerintah desa dapat langsung dikirim ke kementerian terkait tanpa harus melalui pos. Pengarsipan dokumen pun menjadi lebih praktis karena seluruh arsip tersimpan secara digital,” jelasnya.

Namun demikian, Camat juga mengakui bahwa penerapan aplikasi SRIKANDI masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait jaringan internet dan stabilitas sistem. Oleh karena itu, ia menyarankan agar desa-desa tetap menjalankan sistem ganda—menggunakan SRIKANDI untuk surat yang memungkinkan, dan sistem manual untuk surat yang mendesak. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penerapan sistem digital memerlukan komitmen pimpinan, karena pimpinan memiliki peran penting dalam proses tanda tangan elektronik dan verifikasi naskah dinas.Selain itu, Aris Nur juga menyampaikan bahwa ke depan, sekolah-sekolah diharapkan memiliki akun SRIKANDI dan TTE sendiri.

Menutup sambutannya, Camat Sebatik Tengah mengajak seluruh peserta untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mempelajari penggunaan aplikasi SRIKANDI secara bertahap. Ia juga meminta agar setiap kendala yang dihadapi di lapangan dapat dilaporkan untuk menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah.

Dengan ucapan syukur, beliau secara resmi membuka Pelatihan Kearsipan Kecamatan Sebatik Tengah, yang diikuti oleh perwakilan pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan sekolah.(*)

Teks/Foto : Muhammad Nursyahwal, A.Md.T (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK TENGAH )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom