Sebatik, SIMP4TIK - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan melalui Sektor Sebatik melakukan simulasi kebakaran dan sosialisasi penggunaan alat pemadam api ringan (apar) di Rumah Sakit Pratama Jalan Padaelo RT 08 Desa Tanjung Karang Kecamatan Sebatik, Kamis (22/1/2026).

Komandan Pleton Damkar Sebatik, Mulyadi, melaporkan kegiatan tersebut berlangsung satu jam lebih, dihadiri sekitar 40 orang terdiri petugas dan pegawai rumah sakit yang dilaksanakan secara teori dan praktik.

Dalam pemaparannya, Mulyadi menjelaskan tentang memadamkan api dengan cara sederhana atau tradisional dan  penggunaan apar yang sangat bermanfaat apabila dipakai saat awal terjadi kebakaran, api yang sudah besar harus dipadamkan oleh pemadam kebakaran

“Apar hanya efektif jika digunakan dengan teknik yang benar cepat dan tepat sasaran, jika tidak maka apar menjadi tidak bermanfaat,” kata Mulyadi.

Secara umum beber Mulyadi, metode dasar penggunaan apar adalah dengan cara menarik pin pengaman lalu mengarahkan nozel ke dasar api setelah itu tekan tuas untuk mengeluarkan bahan pemadam  dan terakhir sapu dari sisi ke sisi untuk menutupi area yang terbakar.

“Teorinya kelihatan mudah, namun saat terjadi kebakaran kebanyakan orang menjadi panik, terkadang  apar diambil, langsung disemprotkan padahal lupa mencabut pin, yang terjadi apar tidak menyemprot sama sekali,” ujarnya.

Pin pada apar memang dibuat untuk kemananan, namun dalam kondisi darurat saat apar akan digunakan, jangan ragu pin harus dicabut.

Dalam penggunaan apar tambah Mulyadi, teknik saja tidak cukup perlu juga latihan langsung atau praktik, sehingga saat terjadi kebakaran yang sebenarnya siapapun dapat menggunakan apar dengan baik dan benar.

Setelah mengikuti teori, peserta yang hadir juga melaksanakan praktik memadamkan api dengan cara tradisional dan  penggunaan apar yang dilakukan di halaman Rumah Sakit Pratama, dengan media drum yang berisi minyak (BBM), api  menyala dengan besar.

“Petugas damkar yang pertama kali memberikan contah penggunaan apar dengan memberikan arahan seperti memperhatikan arah angin dan mempertimbangkan jarak, lalu diikuti oleh beberapa peserta yang lain,” terang Mulyadi.

Terlihat semua peserta sangat  antusias mencoba menggunakan apar, simulasi seperti ini bertujuan agar peserta tenang dan percaya diri ketika suatu saat menghadapi situasi darurat.

Pada akhir kegiatan ini, dilakukan sesi foto bersama, ramah tamah dan jamuan makan oleh pihak Rumah Sakit Pratama Sebatik.

Teks/Foto : Paisal (Tim Publikasi DINAS PEMADAM KEBAKARAN )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom