Nunukan, SIMP4TIK – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Nunukan sejak beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya Sungai Sembakung dan sejumlah sungai di wilayah Krayan, Rabu (25/2/2026). Akibatnya, banjir merendam permukiman warga di sejumlah kecamatan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pantauan personel BPBD di pos kecamatan serta laporan dari pihak kecamatan, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, Sembakung, Krayan, Krayan Timur, Krayan Barat, dan Sebuku.
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, namun juga membawa material kayu dan lumpur yang memperparah kondisi di lapangan. Sejumlah fasilitas umum dan pasar turut terendam. Di Kecamatan Lumbis Hulu, beberapa tiang listrik milik PLN dilaporkan roboh akibat derasnya arus dan tingginya genangan air.
Hingga siang hari, sebanyak 15 warga dilaporkan telah mengungsi sementara di Pos BPBD Kecamatan Lumbis. Sementara itu, aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar di beberapa kecamatan terpaksa terganggu akibat genangan air yang belum surut.
Data jumlah warga terdampak dan tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh personel BPBD bersama aparat kecamatan.
Tim BPBD bersama unsur kecamatan, pemerintah desa, TNI dan Polri terus melakukan pemantauan wilayah serta membantu evakuasi barang-barang milik warga ke tempat yang lebih aman. Selain itu, peralatan dan tenda pengungsian telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya warga yang mengungsi.
Upaya pengkajian cepat dan inventarisasi dampak bencana juga terus dilakukan. Petugas turut memantau ketinggian muka air sungai melalui tiang ukur di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, serta di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, guna mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan.
Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD di lapangan menyampaikan bahwa pihaknya terus bersiaga penuh menghadapi perkembangan situasi.
“Kami bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan. Fokus utama saat ini adalah keselamatan warga, evakuasi jika diperlukan, serta pendataan cepat untuk menentukan langkah penanganan lanjutan. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air di wilayahnya,” ujarnya.(*)
Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )
Editor : BD Novelinna