Nunukan, SIMP4TIK - Kebakaran bisa terjadi kapan dan di mana saja tidak mengenal waktu dan tempat, sebab itu sarana prasarana pendukung pemadam kebakaran perlu mendapat perhatian seperti hidran kota. Hal itu menjadi perhatian bagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan melalui Bidang Sarana dan Prasarana dan Peningkatan Kapasitas Aparatur melakukan inspeksi dan pengcekkan kondisi sejumlah hidran di Kota Nunukan, pada Kamis (18/6/2026) siang.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Arifin, mengatakan setidaknya ada tujuh hidran kota yang dilakukan pengecekkan fungsi oleh tim, seperti di Jalan Tanjung, Sei Bolong, Lapter dan Jalan Fatahillah.
"Kami ingin mengetahui sejauh mana kondisi hidran kota saat ini, dari tujuh titik hidran yang dicek hanya satu yang memiliki tekanan air yang lumayan kencang yakni hidran di Jalan Fatahillah RT 10 Nunukan Tengah," kata Arifin.
Menurut Arifin, hidran kota merupakan pilar utama bagi pemadam kebakaran fungsi utamanya adalah menyediakan pasokan atau kebutuhan air bertekanan secara langsung pada saat terjadi musibah kebakaran.
"Dengan adanya hidran kota yang berfungsi dengan baik, memungkinkan petugas mengisi ulang tangki mobil damkar di lokasi kejadian kebakaran dan menyuplai air secara terus menerus untuk memadamkan kobaran api," tambah Arifin.
Selain itu, utnuk efisiensi waktu perjalanan bolak balik mobil pemadam kebakaran untuk mengambil air, sehingga operasi pemadaman dan pendinginan kebakaran lebih cepat dan efektif.
Dua kali terjadi kebakaran di Jalan Rimba beberapa waktu yang lalu, sumber pengambilan air untuk pemadaman dan pendinginan diambil dari hidran di pinggir Jalan Fatahillah tersebut.
Ia juga menyebutkan, selama ini suplai air untuk melakukan tindakan pemadaman kebakaran yang terjadi di seputran Kota Nunukan, umumnya diambil dari kolam alun-alun.
Arifin berharap ke depan lebih banyak lagi hidran kota yang berfungsi baik, memiliki ketersediaan cadangan dan tekanan air sesuai kebutuhan pemadam kebakaran sehingga bila terjadi situasi darurat musibah kebakaran kebutuhan air suplai untuk mobil damkar dapat terpenuhi.
Teks/Foto : Paisal (Tim Publikasi DINAS PEMADAM KEBAKARAN )
Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom