Sembakung, SIMP4TIK - Potensi desa merupakan seluruh sumber daya alam dan manusia yang dimiliki suatu wilayah untuk mendukung keberlanjutan dan perkembangan desa. Selama ini, potensi desa kerap diidentikkan dengan pengembangan desa wisata, padahal cakupannya jauh lebih luas, termasuk sektor ekonomi, pendidikan, sosial, hingga lingkungan.

Desa Tepian, yang terletak di bagian paling timur Kecamatan Sembakung dan berada di hilir Sungai Sembakung, memiliki posisi strategis karena lebih dekat dengan Kota Tarakan dibandingkan dengan ibu kota kecamatan. Meski sekilas tampak seperti desa terpencil lainnya dengan keterbatasan fasilitas seperti air bersih, listrik, dan jaringan internet, Desa Tepian terus berusaha bangkit melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Keterbatasan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pembangunan tidak menghambat semangat pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan para pemuda. Dengan dukungan SDM yang memiliki tekad kuat, mereka memaksimalkan potensi alam dan menjalin kerja sama dengan investor lokal.

Salah satu penggerak desa, Tohar Mustafa, S.Pd, bersama kepala desa dan perangkat lainnya, menggagas pembentukan BUMDes Berkah Jaya Tepian. Tohar yang kini menjabat sebagai Direktur Utama BUMDes, berhasil mendorong sejumlah program pemberdayaan masyarakat. Di antaranya adalah pemasaran pisang hijau dan pisang kalpendis ke perusahaan batubara, unit simpan pinjam bagi masyarakat, serta toko sembako untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, Jumat (28/11/2025).

Pengembangan perkebunan pisang oleh kelompok tani maupun perseorangan kini memberikan lapangan kerja nyata bagi masyarakat. BUMDes juga menampung hasil panen warga tanpa batasan jumlah, sehingga roda ekonomi desa semakin berputar.

Selain sektor pertanian, Desa Tepian kini mulai merintis kawasan wisata melalui Agrowisata BUMDes Berkah Jaya Tepian, yang menawarkan kebun pisang, kebun kelapa, kolam pemancingan gratis, area berburu, hingga wisata kuliner.

Pada 24 hingga 27 November lalu, KPH Nunukan mengadakan pelatihan pembuatan amplang, abon, dan pentol bakso berbahan dasar ikan. Pelatihan ini sangat relevan mengingat lokasi Desa Tepian yang berada di kawasan mangrove dan muara sungai yang kaya akan hasil laut seperti ikan dan udang. Perwakilan KPH, Wahyuni, menyampaikan bahwa antusiasme warga sangat tinggi, meski masih terdapat kendala berupa keterbatasan peralatan produksi dan fasilitas pengolahan.

Kepala Desa Tepian, Nurdiansah, berharap pemerintah dapat membantu menyediakan wadah pemasaran agar produk camilan khas desa seperti amplang dapat dipromosikan lebih luas dan menjadi oleh-oleh unggulan. Hal ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Puncaknya, pada Jumat 28 Desember, Staf Ahli Gubernur Kaltara Bidang Ekonomi Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga, Wahyuni Nuzband, M.A.P, bersama rombongan provinsi, Kabupaten Nunukan, serta JOB Pertamina Medco E&P Simenggaris melakukan kunjungan ke kawasan agrowisata Desa Tepian. Para tamu menikmati suasana asri sambil melihat langsung perkebunan buah dan mencicipi kelapa muda segar.

Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sumber daya manusia, sumber daya alam, serta dukungan pemerintah dan pihak ketiga sangat penting bagi pengembangan potensi desa, terutama di wilayah pelosok seperti Desa Tepian. Melalui kerja sama yang kuat, desa dapat tumbuh mandiri, kreatif, dan semakin berdaya.(*)

Teks/Foto : Fajar Budhayanto (Tim Publikasi KECAMATAN SEMBAKUNG )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom