Nunukan, SIMP4TIK - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia, S.Si., Apt., M.M., mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit flu yang saat ini mulai meningkat seiring perubahan musim.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan terkait isu “super flu” yang belakangan beredar.

“Flu itu penyakit musiman, masyarakat tidak perlu khawatir dengan yang disebut super flu, karena sebenarnya itu juga flu biasa,” kata Miskia, Senin (19/01/2026).

Ia menjelaskan bahwa saat ini Nunukan sedang memasuki musim hujan dan musim buah, kondisi yang kerap memicu meningkatnya kasus flu di masyarakat.

Oleh karena itu, yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat.

“Sekarang ini musim hujan dan musim buah, kami harapkan masyarakat menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan minimal berolahraga 15 menit. hidup dengan pola Germas itu yang perlu kita terapkan,” ujarnya.

Terkait isu super flu, Miskia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus di Kabupaten Nunukan, menurutnya, istilah super flu tidak perlu ditakuti karena penanganannya sama seperti flu pada umumnya.

“Di Kabupaten Nunukan belum ada super flu, sebenarnya super flu itu tidak perlu ditakuti, karena itu flu biasa dan penanganannya juga sama, waktu pemulihan tergantung daya tahan tubuh, biasanya satu sampai dua minggu itu masih normal,” jelasnya.

Ia menyarankan, ketika masyarakat mulai merasakan badan tidak enak, langkah awal yang dapat dilakukan adalah beristirahat dengan cukup dan memenuhi asupan gizi.

“Kalau merasa tidak enak badan, cukup istirahat, makan makanan bergizi, bila perlu minum obat flu, jangan lupa minum vitamin untuk menjaga kekebalan tubuh, dan tetap jaga protokol kesehatan,” katanya.

Miskia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri sendiri menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit.

“Kami sangat menyarankan masyarakat untuk peduli dengan kesehatannya sendiri,” tegasnya.

Selain itu, Dinkes Nunukan juga berharap adanya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan sekitar, termasuk memperhatikan kelompok rentan seperti ibu hamil.

“Kami berharap peran masyarakat bagaimana ikut meningkatkan kesehatan, memperhatikan lingkungannya, misalnya memperhatikan ibu hamil di sekitarnya,” ucap Miskia.

Ia menambahkan bahwa upaya peningkatan kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja.

Dukungan lintas sektor dan peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar program kesehatan dapat berjalan maksimal.

“Kami dari Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja maksimal tanpa dukungan lintas sektor lainnya, kesehatan ini sangat luas, kami sudah melakukan sosialisasi, tapi kami juga perlu perpanjangan tangan dari masyarakat dan lintas sektor untuk ikut menyosialisasikan program-program kesehatan agar masyarakat menjadi lebih sehat,” tutupnya.(*)

Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom