Nunukan, SIMP4TIK - Dalam rangka menjamin keamanan pangan selama Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Nunukan melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan pangan takjil yang berlangsung selama tiga hari, mulai rabu (25/2/2026) hingga (27/2/2025).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hj. Nurmadia, SKM., M.Kes, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya pengawasan, tetapi juga pembinaan kepada para pedagang agar senantiasa memperhatikan kebersihan, keamanan, serta mutu pangan yang dijual. Beliau juga mengimbau masyarakat untuk tetap selektif dalam memilih makanan berbuka puasa serta memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat berjualan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman, serta terhindar dari risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari risiko konsumsi makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya seperti Rhodamin B, Metanil Yellow, formalin, dan boraks.
Tim melakukan pengambilan sampel langsung di lokasi penjualan takjil yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Hasil Pemeriksaan Sampel pada 25 Februari 2025, tim melakukan pemeriksaan terhadap 18 sampel di hari pertama, 14 sampel dihari kedua dan 16 sampel di hari ketiga dengan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan Rhodamin B, Metanil Yellow, formalin, dan boraks.
Secara keseluruhan, hasil pengawasan selama tiga hari menunjukkan bahwa takjil yang beredar di wilayah Kabupaten Nunukan dalam kondisi aman dan layak konsumsi.(*)
Teks/Foto : Putri Sartika Dewi, S.KM (Tim Publikasi DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK & KELUARGA BERENCANA )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom