Sembakung, SIMP4TIK - Setelah dilakukan proses pemilahan logistik bantuan sesuai dengan data korban bencana banjir di masing-masing desa dan RT, petugas pendistribusian bantuan di Kecamatan Sembakung membagi tim ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan mobilisasi logistik.

Mobilisasi logistik bantuan dibagi menjadi dua jalur, yaitu melalui jalur sungai dan jalur darat. Pendistribusian dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda empat serta perahu, menyesuaikan kondisi geografis dan akses menuju wilayah terdampak banjir.

Pada hari Rabu, 14 Januari 2026, proses pendistribusian logistik telah dilaksanakan dengan tujuan sejumlah desa terdampak, antara lain Desa Lubakan, Desa Manuk Bungkul, Desa Atap, Desa Tagul, dan Desa Tujung.

Proses pendistribusian logistik bagi korban bencana banjir ini dilakukan secara cepat, tepat, dan teliti. Hal tersebut sejalan dengan pesan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Sembakung pada 12 Januari 2026. Dalam kunjungannya, Bupati menegaskan bahwa bantuan logistik harus disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain memastikan ketepatan sasaran, petugas juga memperhatikan kondisi logistik yang akan disalurkan, termasuk memeriksa tanggal kedaluwarsa bahan bantuan agar tetap layak konsumsi dan aman digunakan oleh masyarakat.

Proses pendistribusian logistik diperkirakan dapat tersalurkan sepenuhnya hingga 15 Januari 2026. Petugas dari KSB, Tagana, Destana, serta para relawan bekerja keras hingga larut malam. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk memastikan pengiriman fisik logistik bantuan, tetapi juga untuk melengkapi dokumen pendukung serta bukti penerimaan bantuan logistik secara administrasi.

Dengan sinergi seluruh pihak terkait, diharapkan bantuan logistik dapat diterima oleh masyarakat terdampak banjir secara merata dan tepat waktu.(*)

Teks/Foto : Fajar Budhayanto (Tim Publikasi KECAMATAN SEMBAKUNG )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom