Nunukan, SIMP4TIK - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan bersama Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI dan Unit Tipidter Satreskrim Polres Nunukan melakukan pengecekan harga dan stok beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (21/11/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pangan tetap terjaga, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Pengecekan dilakukan di beberapa titik, di antaranya Pasar Inhutani, distributor beras, serta sejumlah pengecer. Di Toko Amanah Pasar Inhutani, tim BAPANAS mengambil sampel beras merek Mawar Melati dan 2 Ketupat, sekaligus memeriksa standar penyimpanan beras di gudang.
Sementara itu, di tingkat distributor, petugas menekankan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional. Adapun pada pengecer, dilakukan pengawasan khusus terhadap harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Hasil pengecekan harga beras di lapangan sebagai berikut: Beras Premium: Rp15.900 per kilogram, dari HET Rp15.400. Beras Medium: Rp15.400 per kilogram, dari HET Rp14.000, Beras SPHP: Rp13.000 per kilogram, dari HET wilayah Kalimantan Rp13.100
Sesuai SK Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor SK/375/2025, HET beras untuk wilayah Kalimantan ditetapkan Rp15.400 per kilogram untuk kategori Premium dan Rp14.000 per kilogram untuk kategori Medium.
Meski terdapat beberapa harga yang melampaui HET, stok beras Kabupaten Nunukan dipastikan dalam kondisi aman.
“Meskipun sebagian harga melampaui HET, stok beras di wilayah Kabupaten Nunukan dipastikan stabil dan mencukupi,” ujar Eka Retna Ambarwati, SP.
Ia menambahkan bahwa sejumlah faktor turut mempengaruhi harga jual beras di atas HET, di antaranya: Biaya akomodasi transportasi kapal swasta, Ongkos buruh angkut, Tingginya harga dari produsen di Sulawesi dan Surabaya.
Selain itu, jalur distribusi melalui kapal pengangkut barang dari Sulawesi dan Surabaya dilaporkan berjalan normal, sehingga pasokan beras ke Nunukan tetap terjaga.(*)
Teks/Foto : Hadi (Tim Publikasi DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom