Nunukan, SIMP4TIK - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan menggelar rapat sinkronisasi data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan di ruang rapat dinas setempat, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menyelaraskan data sektoral dengan indikator mikro guna menghasilkan data pertumbuhan ekonomi daerah yang akurat, valid, dan kredibel.

Rapat dihadiri Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan Darius, SE, perwakilan BPS Nunukan, petugas PIC (Person in Charge) dinas, serta sejumlah bidang terkait.

Darius menjelaskan, sinkronisasi data menjadi langkah penting untuk memastikan kesesuaian antara kondisi lapangan dengan catatan statistik, khususnya pada sektor pertanian dan peternakan yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

“Sinkronisasi data yang dilakukan meliputi data populasi ternak, data pemotongan ternak, data perkebunan, dan hortikultura,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses sinkronisasi dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari penyampaian data, pencocokan, pembahasan selisih data, penyempurnaan, hingga penetapan akhir.

Dalam pembahasan tersebut, ditemukan sejumlah data yang masih belum sinkron, khususnya pada sektor peternakan. Perbedaan data dipengaruhi fluktuasi produksi yang dinilai tidak terlalu signifikan antara Triwulan IV Tahun 2025 dan Triwulan I Tahun 2026.

“Ada beberapa data yang tidak sinkron dengan data peternakan karena naik turunnya produksi yang tidak signifikan pada Triwulan IV Tahun 2025 dibandingkan Triwulan I Tahun 2026,” papar Darius.

Menurutnya, koordinasi lanjutan antara DKPP dan BPS masih diperlukan agar proses perbaikan data dapat diselesaikan tepat waktu sesuai tenggat yang telah ditetapkan.

“Perlu adanya koordinasi lebih lanjut antara dinas dengan BPS mengingat batas waktu perbaikan sampai dengan hari Senin, 11 Mei 2026,” tutupnya.

Melalui sinkronisasi ini, pemerintah daerah berharap data PDRB Kabupaten Nunukan semakin valid sehingga mampu menjadi dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.

Teks/Foto : MUTIAH (Tim Publikasi DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom