Nunukan, SIMP4TIK – Pelayanan kesehatan di wilayah Krayan menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Nunukan, kondisi geografis yang sulit, jarak antarwilayah yang jauh, serta minimnya fasilitas kesehatan membuat perhatian khusus perlu diberikan agar masyarakat bisa memperoleh layanan yang layak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia, menegaskan bahwa Krayan memang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas di Krayan Timur, dan penambahan tenaga medis sedang dipersiapkan agar pelayanan dapat berjalan optimal.

“Kami tahu betul kondisi Krayan, medannya berat, jaraknya jauh, dan kebutuhan layanan kesehatan sangat besar. Karena itu, pembangunan fasilitas di sana sangat kami dukung,” ujar Hj. Miskia, dalam rapat pembahasan anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Bersama DPRD Nunukan, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan bahwa ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung, seperti ambulans, rumah dinas, dan peralatan medis, menjadi fokus agar dokter, perawat, dan bidan dapat bekerja maksimal.

“Kalau dokter datang, fasilitas pendukung harus siap. Kami terus berusaha menyiapkan itu,” jelas Hj. Miskia.

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Mansur Rincing, menekankan bahwa masyarakat Krayan sudah terlalu lama menunggu pelayanan kesehatan yang memadai.

Ia juga menyoroti pentingnya ambulans udara sebagai sarana rujukan cepat, terutama di daerah yang sulit dijangkau. “Ambulans udara sangat penting. Kuotanya harus ditambah supaya warga Krayan tidak kesulitan saat ada kondisi darurat,” kata Mansur.

Sementara itu, Anggota DPRD Gat Kaleb menegaskan bahwa wilayah Krayan sering tertinggal dalam pemenuhan fasilitas dasar.

Ia mendorong agar pembangunan Puskesmas Krayan Timur segera direalisasikan, meski secara bertahap, agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. “Kalau tidak mulai sekarang, nanti terus tertunda. Bangunan dasarnya harus mulai dulu,” ujar Gat Kaleb.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Ryan Antoni, yang juga berasal dari Krayan Timur, menyampaikan bahwa sampai saat ini warga Krayan Timur belum memiliki puskesmas.

Ia menekankan bahwa kondisi ini membuat warga harus menempuh perjalanan jauh bahkan dengan tandu saat sakit. “Kami ingin pelayanan kesehatan meningkat, tidak hanya di Krayan Timur tapi di seluruh Krayan,” kata Ryan.

Hj. Miskia menyambut baik perhatian DPRD dan menegaskan bahwa koordinasi antara Dinas Kesehatan dan DPRD menjadi kunci percepatan peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan.

“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan DPRD agar pelayanan kesehatan masyarakat Krayan semakin baik,” ujarnya.

Semua pihak sepakat bahwa meski anggaran terbatas, Krayan harus menjadi prioritas. Peningkatan fasilitas kesehatan, pembangunan Puskesmas, penambahan tenaga medis, dan ambulans udara menjadi fokus utama untuk menjamin masyarakat perbatasan mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan merata.(*)

Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom