Sembakung, SIMP4TIK — Anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Dapil IV, Said Hasan, bersama BPBD Nunukan, Sekretaris Kecamatan Sembakung, KSB, dan Tagana, melakukan diskusi di Pos Pelayanan Darurat depan Kantor Camat Sembakung untuk mencari penyebab utama banjir yang melanda wilayah tersebut, Sabtu (10/01/2026).
Dalam diskusi, disimpulkan bahwa salah satu faktor pemicu genangan air berkepanjangan adalah saluran anak sungai yang terhubung langsung dengan Sungai Sembakung. Untuk mencegah derasnya aliran air masuk ke daratan, solusi yang diusulkan adalah pembangunan pintu air pada saluran sungai kecil. Pintu air akan ditutup ketika ketinggian Sungai Sembakung mencapai level 4 meter, sehingga air tidak masuk melalui anak sungai, dan dibuka kembali saat kondisi air normal.
Selama dua hari evaluasi lapangan, tim menemukan tujuh titik strategis yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan pintu air. Titik-titik tersebut telah diberi tanda, koordinat, dan keterangan pendukung untuk memudahkan proses perencanaan.
Biaya pembangunan pintu air diperkirakan mulai dari Rp300.000.000, tergantung lebar anak sungai. Model pintu air yang direncanakan serupa dengan pintu irigasi sawah. Pemerintah Kecamatan berharap dukungan dari OPD terkait agar program ini masuk dalam prioritas penanggulangan banjir, baik melalui APBD maupun APBN.
“Pintu air ini akan berfungsi sebagai pengendali. Saat air sungai naik, pintu ditutup agar aliran tertahan dan langsung menuju hilir. Saat kondisi normal, pintu dibuka kembali,” jelas Said Hasan.
Hasil diskusi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam pencegahan banjir di Kecamatan Sembakung, dengan mengutamakan keselamatan warga.
Teks/Foto : Fajar Budhayanto (Tim Publikasi KECAMATAN SEMBAKUNG )
Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom