Nunukan, SIMP4TIK - Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Program ini dinilai sangat membantu, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih murah. Sepanjang tahun 2025, GPM telah berkontribusi dalam meningkatkan ketersediaan dan akses pangan, terutama beras yang menjadi komoditas paling diminati masyarakat.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Wiwin Indarayanti, SP, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah akan kembali digelar pada tahun 2026. Pelaksanaan kegiatan direncanakan pada pertengahan Februari 2026, setelah pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Gerakan Pangan Murah ini akan kita gelar kembali pada tahun 2026, kemungkinan di pertengahan bulan Februari. Saat ini kita masih menunggu pengesahan DPA, biasanya setelah DPA disahkan kita langsung mulai melaksanakan kegiatan tersebut,” ujar Wiwin, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, anggaran GPM pada tahun 2026 tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, kegiatan ini tetap dapat dilaksanakan karena adanya dukungan tambahan anggaran dari Pemerintah Provinsi.
“Di tahun 2026 anggaran untuk Gerakan Pangan Murah tidak terlalu besar seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi kita juga mendapatkan bantuan anggaran dari Provinsi. Untuk jadwal pelaksanaannya, sesuai petunjuk teknis (juknis), setiap triwulan akan kita laksanakan dan juga pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” jelasnya.
Melalui kegiatan Gelar Pangan Murah, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap masyarakat, khususnya yang kurang mampu, dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Wiwin juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah serta dukungan pihak lain dalam pelaksanaan GPM ke depan. Selama ini, pendanaan GPM bersumber dari Pemerintah Daerah serta dukungan Bank Indonesia (BI) sebagai sponsor.
“Kami juga berharap di tahun 2026 ini masih ada dukungan pendanaan lain, seperti dana CSR, yang dapat membantu pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, terutama untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau,” tutup Wiwin Indarayanti.(*)
Teks/Foto : MUTIAH (Tim Publikasi DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom