Nunukan, SIMP4TIK – Sebuah bangunan Gereja Katolik Santo Yosep Sebuku-Tulin Onsoi yang berlokasi di Jalan Pembangun RT 01, Desa Sekikilan, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, mengalami kebakaran pada Jumat (12/6/2026) dini hari.

Laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 01.00 WITA dari pelapor bernama Gabriel Gaspar. Tim pemadam kebakaran dari Sektor Tulin Onsoi segera bergerak menuju lokasi dan tiba dalam waktu sekitar lima menit setelah laporan diterima.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di area dapur pastoran yang berada di kompleks gereja. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan gereja permanen yang menjadi pusat kegiatan ibadah umat Katolik di wilayah Sebuku dan Tulin Onsoi.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung mulai pukul 01.06 WITA hingga sekitar pukul 04.00 WITA. Berkat kerja sama berbagai pihak, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas mendapat dukungan dari berbagai unsur, di antaranya dua unit mobil pemadam kebakaran milik TNI beserta personel, masyarakat setempat, Kapolsek Sebuku dan Kapolsek Tulin Onsoi, personel Batalyon TP 881/BD, BPBD Pos Sebuku, serta Dewan Tulin Onsoi.

Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, bangunan gereja mengalami kerusakan berat akibat kebakaran. Hingga saat ini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan dan belum dapat dipastikan.

Komandan Pos BPBD Sebuku, Subandi, mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pemadaman sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan.

"Kami bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Berkat sinergi antara petugas pemadam, TNI, Polri, BPBD, pemerintah setempat, dan warga sekitar, api berhasil dipadamkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun meluas ke bangunan lain. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan instalasi listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa," ujar Subandi.

Saat ini, pihak terkait masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta mendata kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut. (*)

Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )

Editor : BD Novelinna