Sebatik Timur, SIMP4TIK - Masyarakat Kecamatan Sebatik Timur memperingati peristiwa besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan penuh khidmat di Masjid Besar Nurul Huda, Desa Sungai Nyamuk, pada Sabtu malam (17/1/2026). Kegiatan keagamaan ini mengangkat tema “Jadikan Sholat dan Sabar Sebagai Solusi Setiap Problem di Era Digital”.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat. Hadir mewakili Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur, Sekcam Sebatik Timur Saleh, S.Pd., M.A.P. Turut hadir Danramil 0911-02 Sebatik yang diwakili Babinsa Kopka Ismail, Kapolsek Sebatik Timur yang diwakili AIPDA Pol Misni, SH, KAU Sebatik Timur M. Ilyas, S.Pd.I, Kepala UPT Puskesmas Sebatik Timur M. Akbar, S.Apt, Kepala Desa Sungai Nyamuk Zulkifli, S.I.Kom, serta KUA Kecamatan Sebatik H. M. Asmayadi, SH.I., M.Ag yang juga bertindak sebagai pembawa hikmah Isra Mi’raj. Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat juga tampak mengikuti acara hingga selesai.
Dalam sambutannya, Sekcam Sebatik Timur Saleh, S.Pd., M.A.P., menekankan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum refleksi diri, khususnya dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang serba digital. Ia mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat sholat sebagai sumber ketenangan batin dan menjadikan sabar sebagai benteng dalam menyikapi berbagai dinamika perkembangan teknologi.
“Marilah kita jadikan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Sholat adalah sumber kekuatan, sementara sabar membantu kita untuk tetap bijak menghadapi segala kesulitan di era digital ini,” ujar Saleh di hadapan jamaah.
Ia juga menyinggung posisi strategis Sebatik sebagai wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Sebatik dikenal dengan sebutan “Pulau Santri”, sebuah identitas yang menurutnya harus terus dijaga melalui penguatan iman dan takwa, sehingga masyarakat perbatasan dapat menjadi cerminan akhlak dan kepribadian bangsa.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, H. M. Asmayadi, SH.I., M.Ag menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual luar biasa Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan pelajaran kehidupan. Ia menekankan pentingnya meneladani kedisiplinan dalam melaksanakan sholat serta kelapangan hati dalam bersabar menghadapi ujian.
“Dengan menjaga sholat dan memperkuat kesabaran, insyaallah kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi teladan bagi keluarga serta lingkungan sekitar,” tuturnya.
Peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan masyarakat Sebatik Timur senantiasa diberi kekuatan iman, persatuan, serta kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di era digital yang terus berkembang.(*)
Teks/Foto : Maslizah (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK TIMUR )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom