Sebatik, SIMP4TIK – Puskesmas Sei Taiwan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran kader kesehatan melalui kegiatan Senam Bersama dan Musyawarah Pemberdayaan Kader dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri oleh seluruh kader Posyandu, kader PKD, Kades Se Kecamatan Sebatik, tenaga kesehatan, Ketua RT Se Kecamatan Sebatik, serta unsur Pemerintah Kecamatan, Jumat (28/11/2025).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Camat Sebatik Wahyuddin, S. Sos, menandakan dukungan kuat Pemerintah Kecamatan terhadap penguatan kapasitas kader sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebelum musyawarah dimulai, seluruh peserta mengikuti senam bersama sebagai bentuk kampanye gaya hidup sehat dan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Senam yang dipandu instruktur ini berlangsung energik dan penuh keceriaan. Para kader terlihat sangat antusias mengikuti gerakan demi gerakan, mencerminkan semangat bahwa kesehatan dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Senam pagi ini menjadi simbol bahwa pencegahan penyakit, baik menular maupun tidak menular, berawal dari pola hidup aktif, asupan bergizi, dan lingkungan yang sehat.

Plt. Kepala Puskesmas Sei Taiwan, Hj. Astydewi Sushanty, SKM, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musyawarah Pemberdayaan Kader ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran kader sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. Astydewi menyampaikan bahwa di tengah meningkatnya tantangan kesehatan, terutama penyakit menular dan tidak menular, kader harus memiliki pemahaman dan kemampuan yang baik dalam melakukan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Sebatik Sebatik  menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak penyuluhan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan sangat dipengaruhi oleh kekuatan kader di lapangan, terutama dalam menghadapi tantangan penyakit menular (seperti TB, DBD, diare, ISPA) maupun penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes, jantung, stroke, obesitas, kanker).

Camat Sebatik juga mengajak semua pihak Puskesmas, pemerintah desa, PKK, tokoh masyarakat, hingga lintas sektor untuk terus memperkuat koordinasi demi mencapai masyarakat Kecamatan Sebatik yang lebih sehat, produktif, dan berdaya.

Musyawarah Pemberdayaan Kader ini diisi oleh beberapa tenaga kesehatan Puskesmas Sei Taiwan sebagai narasumber utama. Materi disusun untuk meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini, edukasi, surveilans, serta pendampingan masyarakat berisiko tinggi.

1. Dahlia, SKM — Materi:  Pemberdayaan Kader dan Kesehatan Lingkungan. Dalam paparannya, Dahlia menekankan bahwa pemberdayaan kader harus dimulai dari peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi. Kader berperan penting dalam Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Pemantauan lingkungan rumah tangga dan Identifikasi dini masalah kesehatan lingkungan seperti sumber air, sanitasi, sampah, dan vektor penyakit.

Dahlia mengajak kader untuk senantiasa aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tercipta lingkungan yang sehat dan bebas risiko penyakit.

2. dr. Wulan Materi : Hipertensi, Diabetes, Penyakit Jantung, Stroke, Kanker, PPOK, dan Obesitas. Dalam paparannya, dr. Wulan menekankan meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat yang sering kali disebabkan oleh pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi gula garam lemak berlebihan, serta kebiasaan merokok.

Poin penting materinya meliputi, Deteksi dini hipertensi dan diabetes di Posyandu dan Posbindu, Tanda bahaya penyakit jantung dan stroke, Pencegahan kanker melalui gaya hidup sehat, Risiko PPOK akibat paparan asap rokok dan polusi dan Edukasi kader untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup aktif dan seimbang.

Kader dibekali keterampilan praktis seperti teknik pengukuran tekanan darah, pengenalan obesitas melalui lingkar perut, dan cara menyampaikan edukasi PTM secara efektif.

3. Resky Amelia P., S.ST menyampaikan materi : Imunisasi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Materi berikutnya disampaikan oleh Resky Amelia P., S.ST yang memfokuskan pada kesehatan ibu hamil, balita, dan pentingnya imunisasi dasar lengkap.

Materi mencakup, Jadwal imunisasi bayi, balita, dan ibu hamil, Cara kader melakukan penjangkauan bayi/balita belum imunisasi, Deteksi dini risiko ibu hamil (KEK, anemia, tekanan darah tinggi), Pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu dan Teknik konseling sederhana untuk ibu hamil dan ibu balita.

Peran kader sebagai penggerak masyarakat dalam meningkatkan cakupan imunisasi menjadi poin utama yang ditekankan.

4. Mutia Dinasti, S.Tr. Kes — Materi: TBC, Kusta, dan HIV/AIDS. Mutia menjelaskan secara rinci pentingnya deteksi dini penyakit menular prioritas yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah.

Pokok bahasan: Gejala TBC yang perlu dikenali kader: batuk ≥ 2 minggu, penurunan berat badan, keringat malam. Cara mendampingi pasien TB dalam pengobatan hingga tuntas, Penguatan upaya penemuan kasus TBC berbasis masyarakat, Pengenalan tanda-tanda kusta dan upaya mengurangi stigma, Edukasi pencegahan HIV/AIDS secara santun dan tepat.

Kader diajarkan bagaimana melakukan surveilans sederhana dan melaporkan kasus-kasus yang dicurigai kepada petugas Puskesmas.

5. Tandipau, Amd. Kep Materi : Penyakit Menular (PM) dan Penyakit Tidak Menular (PTM). Sebagai narasumber penutup, Tandipau, Amd. Kep memberikan gambaran menyeluruh mengenai situasi penyakit menular dan tidak menular di wilayah kerja Puskesmas.

Isi materinya meliputi: Tren kasus penyakit menular seperti DBD, diare, ISPA, dan penyakit berbasis lingkungan. Strategi pencegahan berbasis keluarga dan desa, Peran kader dalam surveilans dan pemantauan lingkungan, Penguatan kegiatan Posyandu, Posbindu, dan program GERMAS, Kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka penyakit.

Materi ini menjadi pengikat bahwa kader memiliki peran besar baik dalam pencegahan PM maupun PTM secara bersamaan.

Setelah seluruh materi disampaikan, peserta mengikuti sesi diskusi yang dipandu oleh moderator Kasi PM Kecamatan Sebatik Darmiati, S. Sos dan Tandipau, Amd. Kep untuk mengidentifikasi masalah kesehatan di wilayah masing-masing serta merumuskan rencana aksi.

Beberapa rencana yang disepakati meliputi, Penjaringan warga berisiko tinggi PTM di setiap Posyandu, Peningkatan kunjungan rumah untuk pemantauan ibu hamil dan pasien TB, Penguatan kegiatan PSN 3M Plus untuk pencegahan DBD, Kampanye gerakan hidup sehat di Desa/RT, Penertiban pencatatan Posyandu dan pelaporan kader.

Musyawarah Pemberdayaan Kader ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara kader, Puskesmas, pemerintah desa, PKK, dan seluruh warga. Dengan bekal materi yang komprehensif dan semangat kebersamaan, kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular. Kegiatan ditutup dengan foto bersama, mencerminkan komitmen seluruh pihak untuk mewujudkan masyarakat Kecamatan Sebatik yang lebih sehat dan berdaya.(*)

 

Teks/Foto : Abdul Rahman, S.A.P (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK )

Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom