Nunukan, SIMP4TIK – Sebanyak 35 kader dari delapan Posyandu di Kelurahan Nunukan Timur mengikuti kegiatan Kaji Tiru dan Family Gathering yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 10 sampai dengan 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di beberapa lokasi, yaitu Posyandu Titehena Kecamatan Bambangan, Aula Desa Sungai Limau, Pantai Indah, dan Pantai Kayu Angin.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Kader Posyandu Sehat, Cerdas, dan Ceria: Meningkatkan Kualitas Pelayanan dengan Semangat Baru”, dengan tujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu sekaligus mempererat silaturahmi antar kader dari berbagai Posyandu di wilayah Kelurahan Nunukan Timur.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (10/01/2026) pukul 06.30 WITA dengan keberangkatan bersama dari titik kumpul Aji Putri menuju lokasi kaji tiru di Posyandu Titehena, Kecamatan Bambangan. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, peserta tiba pada pukul 07.30 WITA dan melakukan registrasi ulang serta menerima penjelasan terkait rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari.
Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, S.STP, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, dedikasi kader sangat menentukan keberhasilan program kesehatan pemerintah di masyarakat. Ia berharap kegiatan kaji tiru ini dapat meningkatkan kapasitas kader sehingga pelayanan yang diberikan semakin berkualitas dan sesuai standar.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sungai Limau, Mardin, S.IP, menyampaikan dukungan penuh pemerintah desa terhadap kegiatan kader Posyandu. Ia menilai kader Posyandu memiliki kontribusi besar dalam penanganan masalah kesehatan, khususnya gizi ibu dan anak serta program imunisasi. Melalui kaji tiru ini, para kader diharapkan dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik dari Posyandu Titehena yang telah berhasil dalam pengelolaannya.
Setelah istirahat dan makan siang di Aula Desa Sungai Limau, kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Jalan-Jalan Sambil Belajar” berupa kunjungan langsung ke Posyandu Titehena serta pelatihan pengisian Format Data dan Dokumentasi Teknis Kesehatan (DDTK). Pelatihan yang berlangsung hingga sore hari ini membahas pentingnya pencatatan data kesehatan yang akurat, teknik pengisian format DDTK, contoh kasus, serta praktik langsung yang dibimbing oleh narasumber dari Puskesmas Nunukan Timur.
Pada sore hari, peserta melanjutkan kegiatan ke Pantai Indah untuk mengikuti pelatihan lanjutan mengenai Indikator Layanan Posyandu (ILP) dalam suasana yang lebih santai. Materi disampaikan oleh Dahlia, S.KM, tenaga kesehatan dari Puskesmas Sei Taiwan. Dahlia menyampaikan bahwa pemahaman DDTK dan ILP sangat penting agar kader mampu mendokumentasikan data kesehatan secara akurat serta melakukan evaluasi kinerja Posyandu secara mandiri.
Hari kedua, Minggu (11/01/2026), diisi dengan kegiatan refreshing di Pantai Kayu Angin melalui berbagai permainan dan lomba kelompok. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok lintas Posyandu untuk meningkatkan kekompakan dan kerja sama. Antusiasme dan semangat peserta terlihat selama mengikuti seluruh rangkaian permainan edukatif yang disiapkan panitia.
Setelah sesi permainan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi reflektif mengenai hasil kegiatan dan rencana tindak lanjut di masing-masing Posyandu. Berbagai ide kreatif disampaikan oleh peserta, antara lain pengembangan media edukasi kesehatan, penguatan pencatatan dan dokumentasi data, serta peningkatan kolaborasi dengan sekolah dan unsur masyarakat lainnya.
Lurah Nunukan Timur, H. Andi Artisaman Corha, S.Sos., M.M., selaku penyelenggara kegiatan, menyampaikan bahwa kaji tiru dan family gathering ini merupakan bagian dari upaya menjawab tantangan kader Posyandu, khususnya dalam pengelolaan data dan penguatan kerja sama antar kader. Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan baru sekaligus semangat baru bagi para kader dalam menjalankan perannya sebagai relawan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Bidang Promosi Kesehatan Puskesmas Nunukan Timur, Yunita, menjelaskan bahwa materi pelatihan telah disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan, dengan fokus pada peningkatan kemampuan pengelolaan data dan pemahaman ILP. Ia berharap seluruh materi dapat segera diimplementasikan di masing-masing Posyandu.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba serta pemberian tanda kecakapan kader kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi. Ketua PKK Nunukan Timur yang turut hadir menyampaikan komitmen PKK untuk terus menjadi mitra strategis dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya pemberdayaan kader Posyandu.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, sekitar 90 persen peserta telah memahami pengisian Format DDTK dengan benar dan 85 persen mampu menghitung serta menginterpretasikan ILP. Para peserta juga menyatakan lebih termotivasi dan memiliki jejaring kerja yang lebih kuat antar Posyandu. Sebagai tindak lanjut, masing-masing Posyandu berkomitmen membentuk tim pengelola data, melakukan evaluasi dokumentasi, serta menetapkan target peningkatan pencatatan dan capaian ILP dalam tiga bulan ke depan.
Kegiatan resmi ditutup pada pukul 12.00 WITA dengan sesi foto bersama dan pembersihan lokasi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebelum seluruh peserta kembali ke Nunukan.(*)
Teks/Foto : Feri Styaningsih, S.KM (Tim Publikasi DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK & KELUARGA BERENCANA )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom