Nunukan, SIMP4TIK – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin (30/03/2026) malam, sekitar pukul 21.00 WITA, di Jalan Sei Fatimah, RT 21, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan.
Mendapat laporan adanya kebakaran, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan upaya pemadaman agar api tidak meluas ke area sekitar, terutama ke wilayah yang berpotensi terdampak lebih besar.
Hingga saat ini, pemilik lahan masih dalam tahap identifikasi, sementara luas area yang terbakar masih menunggu rilis resmi dari pihak KPH. Meski demikian, proses penanganan di lapangan dilakukan secara intensif dengan melibatkan sejumlah unsur terkait.
Berdasarkan data sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tidak ada korban luka bakar, luka ringan, maupun korban meninggal dunia yang dilaporkan akibat insiden kebakaran lahan tersebut. Untuk total kerugian material, masih belum dapat dipastikan dan masih dalam pendataan.
Dalam proses penanganan, sejumlah personel dari berbagai unsur dikerahkan ke lokasi. Tim gabungan terdiri dari 10 personel Polres, 10 personel Brimob, 30 personel KPH, 7 personel BPBD, 2 personel Babinsa, 2 personel BIN, serta sekitar 20 orang masyarakat yang turut membantu di lapangan.
Selain personel, sejumlah kendaraan operasional juga dikerahkan untuk mendukung proses penanganan, di antaranya 5 unit mobil KPH, 7 unit motor KPH, dan 1 unit motor BPBD.
Salah satu personel BPBD Kabupaten Nunukan yang berada langsung di lokasi, Bravo, mengatakan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian kebakaran lahan tersebut.
“Begitu laporan masuk, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan bersama tim gabungan. Kondisi malam hari tentu menjadi tantangan tersendiri, tetapi berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, upaya pengendalian api dapat dilakukan dengan cepat agar tidak meluas,” ujar Bravo.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan lebih berhati-hati terhadap sumber api sekecil apa pun. Pencegahan jauh lebih penting agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Nunukan bersama unsur terkait masih terus melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan untuk memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman serta mencegah munculnya titik api baru. (*)
Teks/Foto : RAIS (Tim Publikasi BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH )
Editor : BD Novelinna