Sebatik, SIMP4TIK – Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan merata bagi seluruh anggota keluarga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif, dan sejahtera.

Untuk mendukung program Bupati Nunukan dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bahan lomba Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik Induk, dan Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara, Minggu (14/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, bantuan bahan lomba Ketahanan Pangan Keluarga diserahkan kepada masing-masing 40 kepala keluarga di Desa Tanjung Karang dan 40 kepala keluarga di Desa Lapri, sehingga total penerima bantuan mencapai 80 kepala keluarga.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nunukan, Kepala Desa Tanjung Karang, Kepala Desa Lapri, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sebatik Induk dan Sebatik Utara, serta para peserta program Ketahanan Pangan Keluarga.

Dalam sambutannya, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada di sekitar lingkungan rumah guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik dan pada tahun-tahun mendatang jumlah penerimanya dapat terus bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Wiwin Indryanti, SP, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Menurutnya, program ini juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia, terutama pekarangan rumah, sebagai lahan produktif untuk budidaya tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, hingga peternakan skala rumah tangga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih optimal memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan kebutuhan pangan keluarga. Selain meningkatkan ketersediaan pangan, kegiatan ini juga dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga,” jelas Wiwin.

Adapun bantuan yang diberikan meliputi benih cabai, benih kangkung, benih seledri, benih daun bawang, pupuk kompos, pupuk organik cair, gembor, waring atau sarnet, serta polybag yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman di pekarangan rumah.

Wiwin berharap program tersebut mampu meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat dalam mengembangkan sumber pangan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.

“Semoga melalui lomba Ketahanan Pangan Keluarga ini, masyarakat semakin termotivasi memanfaatkan sumber daya lokal yang ada, meningkatkan kemandirian pangan keluarga, dan pada akhirnya turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Program Ketahanan Pangan Keluarga menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif keluarga, diharapkan ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat dan berkelanjutan.

Teks/Foto : MUTIAH (Tim Publikasi DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom