Nunukan, SIMP4TIK - Yayasan Laskar Perbatasan Peduli (LPP) berkolaborasi dengan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yon Kav 13/SL dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan khitanan massal bagi anak-anak di wilayah perbatasan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Markas Satgas Pamtas Jl. Fatahillah Nunukan, Kabupaten Nunukan dan menjadi kegiatan perdana Yayasan LPP sejak resmi didirikan.
Ketua Yayasan LPP, Hamzah, mengatakan kegiatan khitanan massal ini merupakan wujud nyata komitmen yayasan dalam membantu masyarakat perbatasan.
Ia menjelaskan bahwa Yayasan Laskar Perbatasan Peduli didirikan oleh H. Akbar Ali dengan tujuan melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.
“Kegiatan khitanan massal ini adalah kegiatan pertama kami sejak yayasan berdiri, ini menjadi langkah awal kami untuk hadir dan peduli kepada masyarakat perbatasan,” ujar Hamzah.
Menurut Hamzah, pemilihan kegiatan khitanan massal sebagai program awal didasarkan pada manfaat langsung yang dirasakan masyarakat serta kesesuaian dengan ketentuan penggunaan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Ia menyebutkan bahwa dana hibah tahun 2025 sebesar Rp100 juta dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat.
“Dana hibah ini kami gunakan untuk kegiatan sosial yang benar-benar bermanfaat dan tidak melanggar ketentuan, khitanan massal menjadi salahsatu pilihan yang tepat,” katanya.
Hamzah berharap ke depan Yayasan LPP dapat terus berkembang dan melaksanakan lebih banyak kegiatan sosial lainnya.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, pesertanya semakin banyak, dan kami juga bisa melaksanakan kegiatan sosial lain seperti rehabilitasi rumah ibadah atau sosialisasi di wilayah perbatasan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Kelvin, menyampaikan bahwa khitanan massal ini merupakan kegiatan besar pertama yang diselenggarakan oleh Yayasan Laskar Perbatasan Peduli.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan pengurus yayasan yang masih baru dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Ini adalah langkah awal dan wujud nyata komitmen kami untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Kelvin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara atas kepercayaan dan dukungan dana hibah, Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan atas dukungan fasilitas, Satgas Pamtas Yon Kav 13/SL atas penyediaan tempat dan bantuan tenaga medis, serta PPNI Kabupaten Nunukan yang turut mengerahkan tenaga kesehatan profesional.
Dalam kegiatan ini, panitia memberikan pelayanan khitanan secara gratis tanpa dipungut biaya serta memberikan souvenir kepada para peserta sebagai bentuk perhatian dan kenang-kenangan.
"Sebanyak 50 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan mengikuti khitanan massal tersebut dan kegiatan khitanan massal ini didukung oleh 10 orang tenaga medis yang terdiri dari tujuh personel PPNI dan tiga personel dari Satgas Pamtas.” Imbuhnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, panitia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga mempererat kepedulian dan kebersamaan antara lembaga sosial, TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat perbatasan.(*)
Teks/Foto : BD Novelinna (Tim Publikasi DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA STATISTIK DAN PERSANDIAN )
Editor : Hermi Mastura, S,I.Kom