Sebatik Utara, SIMPATIK — Pemerintah pusat dan pemerintah daerah menggelar konsolidasi lintas instansi guna memperkuat penanganan dampak penegasan batas negara di wilayah Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya terpadu untuk memastikan penyelesaian batas negara berjalan selaras dengan perlindungan hak-hak masyarakat perbatasan serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Konsolidasi dihadiri oleh sejumlah unsur strategis, antara lain Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP Dr. Nurdin, S.Sos., M.Si., Asisten Deputi BNPP Henry Erafat, S.T., M.M., Direktur Penilaian DJKN Kementerian Keuangan Arik Haryono, serta Kepala Kanwil DJKN Kaltimtara Jose Arif Lukito. Turut hadir perwakilan DJKN Kemenkeu, Kantor Pertanahan Kabupaten Nunukan, Badan Informasi Geospasial (BIG), TNI AD, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Nunukan.
Dari unsur daerah, hadir Asisten I Setda Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, S.H., Kepala BPPD Kabupaten Nunukan, Roby Nahak Serang, S.H., serta Plt Camat Sebatik Utara, Zainal Abidinsyah, S.E.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan unsur pengamanan wilayah perbatasan, yakni Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 11/Kostrad dan Satgas Marinir Ambalat XXXI.
Dalam forum konsolidasi tersebut, para pihak menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penegasan garis batas negara yang bersifat final dan mengikat, penetapan buffer zone selebar 10 meter, percepatan pendataan persil tanah dan aset warga terdampak, serta finalisasi pengukuran dan appraisal sebagai dasar penyusunan skema kompensasi yang adil dan berkeadilan.
Seluruh instansi juga sepakat untuk memperkuat koordinasi pengamanan wilayah melalui Operasi Pengamanan Batas (OPB) guna menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara di kawasan perbatasan Sebatik.
Konsolidasi lintas instansi ini menegaskan komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penyelesaian dampak sosial dan ekonomi akibat penegasan batas negara, sekaligus memastikan perlindungan hak dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)
Teks/Foto : Jefriansyah (Tim Publikasi KECAMATAN SEBATIK UTARA )
Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom