Sembakung, SIMP4TIK – Logistik bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Sembakung Atulai telah tiba di Posko Kesiapsiagaan Bencana (KSB) Sembakung pada Minggu, 11 Januari 2026. Kedatangan bantuan ini menjadi angin segar bagi ratusan keluarga yang terdampak luapan Sungai Sembakung dalam beberapa hari terakhir.

Proses pemindahan logistik dari truk pengangkut ke dalam Posko KSB berlangsung hingga pukul 24.00 WITA. Meski dilakukan hingga larut malam, proses bongkar muat berjalan lancar berkat kerja sama solid berbagai pihak. BPBD Nunukan, Tagana, relawan, anggota Satpol PP, serta TNI dan Polri bahu-membahu mengamankan sekaligus mempercepat pemindahan logistik agar segera siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 1.734 paket sembako telah disiapkan oleh Bupati Kabupaten Nunukan untuk warga korban banjir yang bermukim di bantaran Sungai Sembakung. Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat di dua kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Sembakung Atulai.

Setelah seluruh logistik ditempatkan dengan aman di Posko KSB, penyaluran bantuan mulai dilakukan secara bertahap. Untuk wilayah Kecamatan Sembakung Atulai, distribusi logistik dilaksanakan keesokan harinya dengan pengawalan petugas guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Tidak hanya itu, pada Senin siang, 12 Januari 2026, Posko KSB Sembakung kembali menerima tambahan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara (Kemensos). Bantuan tersebut langsung disimpan di posko untuk selanjutnya digabungkan dalam agenda distribusi ke desa-desa terdampak.

Adapun desa yang terdampak banjir meliputi Desa Atap, Manuk Bungkul, Tagul, Tujung, dan Desa Lubakan. Masing-masing desa mengalami ketinggian genangan air yang berbeda-beda, sehingga penanganan dan distribusi bantuan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi banjir serta mempercepat penyaluran bantuan agar kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi. Kolaborasi lintas instansi dan relawan menjadi kunci utama dalam upaya penanggulangan bencana banjir di wilayah Sembakung dan sekitarnya.

Teks/Foto : Fajar Budhayanto (Tim Publikasi KECAMATAN SEMBAKUNG )

Editor : Asa Zumara, SS, M.IKom